49 Siswa, Langkah Pertama di Sugapa
Sebanyak 49 peserta didik baru dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok 1 berjumlah 25 siswa, sementara Kelompok 2 terdiri dari 24 siswa.

SUGAPA — Pagi di Sugapa menjadi awal dari sebuah perjalanan baru bagi 49 anak. Seragam sekolah yang masih terasa asing, wajah-wajah penuh rasa ingin tahu, dan langkah yang perlahan memasuki lingkungan baru menjadi penanda dimulainya babak pendidikan mereka di SMP Negeri 1 Sugapa.
Selama tiga hari, Senin (13/7) hingga Rabu (15/7/2026), para siswa kelas VII itu mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Sebanyak 49 peserta didik baru dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok 1 berjumlah 25 siswa, sementara Kelompok 2 terdiri dari 24 siswa.
Bagi sebagian siswa, memasuki jenjang SMP berarti meninggalkan suasana sekolah sebelumnya dan berhadapan dengan lingkungan yang sama sekali berbeda. Ruang kelas baru, guru baru, teman baru, sekaligus aturan dan tanggung jawab yang lebih besar.
Di situlah MPLS menjadi pintu pertama.
Selama kegiatan, para siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, fasilitas, tata tertib serta budaya yang berlaku di SMP Negeri 1 Sugapa. Mereka juga mendapatkan materi wawasan kebangsaan, pendidikan karakter dan motivasi belajar.
Tidak kalah penting, para siswa mulai mengenal guru dan tenaga kependidikan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama tiga tahun ke depan.
Interaksi antarsiswa pun dibangun sejak hari pertama. Mereka didorong untuk saling mengenal, berkomunikasi dan menciptakan lingkungan pergaulan yang positif.
Bagi sekolah, proses tersebut penting. Sebab rasa nyaman di lingkungan pendidikan dapat menjadi salah satu pintu bagi tumbuhnya semangat belajar.
Bukan Sekadar Menyambut Siswa Baru
MPLS bukan sekadar agenda rutin setiap awal tahun ajaran.
Di SMP Negeri 1 Sugapa, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi fondasi perjalanan para siswa.
Disiplin. Tanggung jawab. Semangat belajar. Saling menghargai.
Nilai-nilai tersebut diperkenalkan sejak awal agar siswa memahami bahwa menjadi pelajar bukan hanya soal mendapatkan nilai bagus di ruang kelas.
Ada sikap yang harus dijaga. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Ada aturan yang harus dihormati. Dan ada hubungan dengan sesama yang harus dibangun dengan baik.
Dengan demikian, MPLS menjadi semacam jembatan. Dari dunia lama menuju lingkungan pendidikan yang baru.
Kepala SMP Negeri 1 Sugapa, Rudyy Sani, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik baru yang telah berpartisipasi dengan baik. Semoga MPLS ini menjadi langkah awal yang baik bagi peserta didik untuk beradaptasi, belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, serta membentuk karakter yang unggul,” ujar Rudyy Sani.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Dukungan panitia, dewan guru, tenaga kependidikan serta partisipasi para siswa menjadi bagian penting dari keberhasilan pelaksanaan MPLS.
Tiga Hari yang Menjadi Bekal
Tiga hari mungkin terlihat singkat.
Namun bagi 49 siswa tersebut, tiga hari itu menjadi pengalaman pertama untuk mengenal lebih dekat sekolah yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu.
Dari mengenal ruang kelas hingga memahami tata tertib. Dari berkenalan dengan guru hingga membangun pertemanan baru. Dari mendengarkan materi hingga menumbuhkan keberanian untuk beradaptasi.
Semua menjadi bagian dari proses.
Sekolah berharap pengalaman selama MPLS tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai-nilai yang diperkenalkan diharapkan terus dibawa ke ruang kelas dan kehidupan sehari-hari.
Para siswa didorong untuk menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab, menjaga kedisiplinan serta tidak kehilangan semangat untuk terus belajar dan berkembang.
Sebab perjalanan pendidikan mereka baru saja dimulai.
Masih ada tiga tahun yang terbentang di depan. Ada pelajaran yang akan dipelajari, tantangan yang akan dihadapi, persahabatan yang akan tumbuh, prestasi yang mungkin diraih, sekaligus berbagai pengalaman yang kelak menjadi bagian dari cerita masa sekolah mereka.
SMP Negeri 1 Sugapa pun menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib dan nyaman. Bukan hanya untuk mendukung kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian mereka.
Dari Sugapa, 49 anak memulai langkahnya.
Mereka datang sebagai siswa baru dengan rasa ingin tahu dan harapan masing-masing. Tiga hari MPLS menjadi pintu pertama sebelum mereka benar-benar menjalani perjalanan panjang sebagai pelajar SMP.
Hari-hari sekolah akan terus bergulir.
Dan dari langkah kecil di Sugapa itu, mimpi-mimpi besar tentang masa depan mulai menemukan jalannya. (ist)
Bagikan artikel ini



