NABIRE - Kehadiran Unit Pelaksana Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (UPP-PGSD) Kelas Nabire dipastikan menjawab kebutuhan dan kekurangan tenaga guru di Kabupaten Nabire dan 4 kabupaten yang ada di wilayah pegunungan ini. Sebab pada tahun 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Kepala Dinasnya telah datang dan meminta tenaga kontrak guru lulusan UUP PGSD UNCEN Kelas Nabire sebanyak 30 orang yang selanjutnya ditempatkan pada beberapa SD yang ada di Kabupaten Intan Jaya.Bukan saja di Kabupaten Intan Jaya yang telah menerima tenaga guru kontrak lulusan UPP-PGSD Kelas Nabire, ada juga di beberapa kabupaten wilayah adat Meepago dan juga kabupaten tetangga lainnya.“Setiap tahun telah kita ketahui bersama bahwa ada puluhan hingga ratusan guru yang harus pensiun di Tanah Papua.  Sehingga kebutuhan tenaga guru atau pengajar juga pada setiap tahun terus meningkat permintaanya,” kata Kepala Sekolah SMA N 1 Plus KPG Nabire Barat yang juga ketua Pelaksana UPP-PGSD Kelas Nabire, Fransiscus Don Bosco Johanes, S.Pt.M, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Jumat (27/2).Dan hingga saat ini UPP-PGSD UNCEN kelas Nabire telah berjalan selama 5 tahun. Dan lulusan-lulusannya kini sudah tersebar di sejumlah sekolah dasar yang ada di kabupaten–kabupaten yang ada di wilayah adat Meepago dan Saireri.Untuk itu selaku pelaksana program UPP-PGSD UNCEN kelas Nabire bersama para dosen yang ada meminta adanya dukungan bantuan sarana dan prasarana di UPP-PGSD. Agar ke depan ada lagi tambahan program studi baru lagi dan kita bisa menghasilkan guru yang jumlahnya lebih banyak.(des)