NABIRE - Awal pekan ini, tim pemekaran calon Kabupaten Nabire Timur bersama para tokoh adat dan pemerintah Distrik Makimi melakukan pengukuran lokasi tanah yang disiapkan untuk digunakan sebagai tanah pembangunan perkantoran calon Kabupaten Nabire Timur. Tanah tersebut telah siap untuk dilepaskan oleh masyarakat adat.   Lokasi tanah yang telah disiapkan itu seluas 4.000 hektar kali 1.000 hektar atau 4 Km panjang dan lebar 1 Km. Setelah dilakukan pengukuran, selanjutnya akan dibuat surat pelepasan adat. Pihak adat menyerahkan kepada tim dan selanjutnya tim melengkapi surat pelepasan sebagai satu syarat di semua dokumen administrasi Nabire Timur. Pengukuran lokasi tanah yang dilakukan tim pemekaran, dewan adat dan pemerintah distrik bersama beberapa kepala kampung telah membuktikan bahwa tim bukan hanya bicara. Tetapi tim juga buktikan dengan keseriusan kerja di lapangan. “Karena telah diketahui bersama bahwa luas wilayah, jumlah penduduk, lokasi tanah calon ibu kota kabupaten merupakan syarat utama yang harus disiapkan dan dilengakapi sebagai persayaratan utama. Yang nantinya akan dilengkapi bersamaan dengan administrasi lain untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak terkait lainnya,” kata koordinator tim pemekaran calon Kabupaten Nabire Timur, Drs. Obeth Rumadas, M.Si kepada Papuapos Nabire, usai pengukuran tanah persiapan lokasi Nabire Timur pekan ini di Lagari. Dikatakan Rumadas, lokasi tanah yang diukur ini sebagai bukti nyata keseriusan masyarakat 5 distrik untuk menerima kehadiran pemekaran Nabire Timur. Setelah tanah selesai diurus, langkah selanjutnya adalah menjaring aspirasi kembali ke masyarakat untuk nama Kabupaten Nabire Timur yang mempersatukan semua dari kepulauan, pesisir dan tanah besar. Diharapkan kepada masyarakat 5 distrik yang berada di wilayah Nabire Timur, untuk mengikuti dan mempersiapkan semua berkas syarat yang diminta berdasarkan UU untuk menerima kehadiran DOB calon Kabupaten Nabire Timur yang kini sedang diperjuangkan. Karena tim tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari masyarakat Nabire Timur. Untuk itu kebersamaan sangat dibutuhkan dan kini bukan lagi kita hanya berkata–kata. Tetapi membutuhkan kerja keras dan keseriusan dari semua pihak masyarakat Nabire Timur. Sebab saatnya kita bersatu dan bersuara mengaspirakan apa yang menjadi kerinduan kita bersama. (des)