ENAGOTADI - Ruas jalan trans nasional dari Kabupaten Nabire ke Ilaga, Kabupaten Pucak Provinsi Papua Tengah masih belum tertangani dengan baik. Sebut saja salah satunya adalah di kilo meter 141, Epomani, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire kondisi badan jalan hingga kini berlanganan kerusakan. 

Tentu kondisi tersebut menyebabkan hambatan tersendiri bagi para pengguna jalan lintas pedalaman Papua Tengah, yakni pergi pulang dari dan ke Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai.  

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), Jhon NR Gobay, SE, menyoroti kondisi jalan badan tersebut. Dia menduga kerusakan badan jelan tersebut karena kontruksi jalan terlalu rendah, tak ada box culvert dan gegara belum adanya talut.  

“Kondisi jalan pada kilometer 141, ketika kemarin dan sudah biasa melewati jalan ini saya lihat titik jalan ini rendah, diduga saluran air di bawah tanahnya, karena ditimbun dan diaspal juga selalu rendah, tentu air harus diberi jalan dengan box culvert dan talut,” tutur Jhon melalui keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (12/8/25).

Tak hanya itu, Jhon mengaku, sepanjang ruas jalan nasional tersebut selalu terjadi kerusakan karena persoalan yang di kilo meter 141. 

“Ruas jalan Nabire ke Ilaga yang sering rusak. Padahal sudah diaspal namun kemudian beberapa waktu kemudian rusak. Kami melihat air juga menjadi pemicu, karena air tidak mendapat tempat untuk berjalan pada talut karena belum dibuat, sehingga air tidak berjalan pada tempatnya karena memang tidak dibangun box culvert dan talut,” ungkapnya.

Lantaran itu, Jhon menyarakan kepada pihak terkait untuk dibuat talut dan box culvert untuk menjaga kelancaran aliran air, mencegah banjir dan melindungi infrastruktur dari kerusakan akibat erosi.

“Selain itu box culvert juga berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan air hujan atau air permukaan ke tempat yang lebih rendah, sehingga mencegah terjadinya genangan air dan banjir. Box culvert juga melindungi saluran air dari tekanan tanah dan beban lalu lintas di atasnya,” terang Jhon.

Dikatakan Jhon, kendati ruas jalan nasional tersebut sudah terlalu lama dibangun, namun tanpa dibangun talut di kiri dan kanan jalan secara merata dan belum adanya box culvert, sehingga badan jalan selalu saja mengalami kerusakan.

“Padahal box culvert dan talut kiri dan kanan jalan sangat penting. Apalagi medan jalan tersebut terdapat jurang, karena jalannya dibuat di pinggiran gunung-gunung, sehinggi diperlukan talut dan box culvert, agar air mendapat jalannya, sehingga air tidak merusak badan jalan,” katanya.(you)