NABIRE - Pusat Pemerintahan (Puspem) bermotif Burung Cenderawasih dipuji dan belum ada duanya di dunia. Ahmad Doli kagum ketika pesawat dua kali memutari lokasi Puspem sebelum mendarat di Bandara Nabire.


Ia melihat pemadangan indah ketika menatap ke bawah, terlihat sebuah lukisan berbentuk Burung Cenderawasih, yang mana itu adalah landscap Puspem Provinsi Papua Tengah.


"Melihat landscap Puspem bermotif Burung Cendrawasih sangat indah. Tidak ada wilayah Puspem di Indonesia bahkan di dunia yang seperti ini. Ini menggambarkan kita memiliki icon Burung Cendrawasih dan ini memang harus kita perkenalkan ke dunia internasional. Saya berharap ini simbol kemajuan tanah Papua secara keseluruhan," katanya.


Ahmad Doli menambahkan pihaknya saat ini tengah melakukan monitoring pembangunan pasca dimekarkannya daerah Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Dari kunjungannya ini, Komisi II akan membuat timeland untuk mempercepat pembangunan di 4 Daerah Otonomi Baru (DOB).


"Khusus Papua Barat Daya kami memiliki catatan yang banyak, namun untuk Papua Tengah saya kira tidak, no-isu soal pembangunan, sangat luar biasa progresnya. Kita tentu berterima kasih kepada Pj Gubernur Papua Tengah, ternyata memang perempuan itu kerjanya lebih telaten. Dan dalam kunjungan kami, tentu kami tidak perlu banyak bicara, karena di sini sudah banyak bekerja," ujarnya.


Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, S.Sos.,MM dalam paparannya menjelaskan, sedikit tentang rencana pembangunan Puspem Provinsi Papua Tengah. Ribka Haluk menjelaskan pola pembangunan, yakni grand samrt city dan mempertahankan kawasan hijau.


Di lokasi Puspem ini ada perkantoran, perumahan dan kawasan masyarakat serta instalasi listrik sistem bawah tanah. Saat ini proses pembangunannya ada di Kementerian PUPR dan semua dokumen serta master plannya sudah kami berikan dan menerangkan saat ini masyarakat telah merindukan hadirnya pembangunan Puspem ini. Bahkan proses pelepasan lahan telah selesai dilakukan tinggal proses penyerahan sertifikat dari Pertanahan.


"Mimpi kami tentu Papua Tengah bisa menjadi Papua baru di tanah ini. Dengan harapan setelah ini, gubernur defenitif ke depan dapat melanjutkannya," pungkasnya.(red/rob)