NABIRE — Musim kemarau yang berlangsung berkepanjangan di sejumlah wilayah Papua Tengah mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta gangguan kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, S.H., mengimbau masyarakat di delapan kabupaten untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

Melkias meminta masyarakat tidak membakar hutan, kebun, semak belukar maupun sampah, terutama di lokasi yang berpotensi memicu meluasnya api. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Selaku kepala suku, saya mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar semak belukar, rumput maupun sampah di sepanjang jalan Nabire–Ilaga. Saat ini kita dihadapkan dengan musim kemarau berkepanjangan. Percikan api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang membahayakan banyak orang,” tegas Melkias dalam siaran pers yang diterima Papuapos Nabire, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca kering harus disikapi dengan kewaspadaan bersama. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, Kota Nabire terlihat diselimuti asap yang mengganggu jarak pandang di sejumlah ruas jalan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena itu, ia meminta warga tidak membakar sampah maupun rumput di pinggir jalan, terutama di sepanjang jalur Nabire–Ilaga.

Selain ancaman kebakaran, Melkias juga menyoroti dampak asap dan debu terhadap kesehatan masyarakat. Ia mengimbau warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara dipenuhi asap dan debu.

“Dengan adanya asap tebal dan debu di mana-mana, masyarakat juga diminta menggunakan masker saat keluar rumah,” ujarnya.

Melkias menilai pencegahan kebakaran tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga masyarakat umum.

Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menyampaikan pesan pencegahan kebakaran sekaligus menjaga ketertiban selama musim kemarau.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pencegahan gangguan sosial, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan kesehatan bersama.

“Kita semua bertanggung jawab menjaga tanah Papua tetap aman. Jangan membakar dengan sembarangan, gunakan masker dan segera melaporkan jika ditemukan kobaran api di mana pun kita berada atau yang kita lihat di sepanjang jalan,” pesannya.

Melkias berharap imbauan tersebut menjadi perhatian serius masyarakat di Kabupaten Nabire maupun tujuh kabupaten lainnya di wilayah Papua Tengah.

Ia mengingatkan bahwa asap dan debu yang terus menyelimuti permukiman maupun ruas jalan dapat mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Di tengah musim kemarau yang belum berakhir, kewaspadaan menjadi kunci. Api kecil yang tidak terkendali dapat berubah menjadi bencana, sementara asap yang terus terhirup dapat mengganggu kesehatan.

Karena itu, Melkias mengajak masyarakat Meepago untuk menjaga lingkungan bersama, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada pihak berwenang. (des)