DOGIYAI - Kunjungan kerja dari DPR RI punya nilai tersendiri bagi Kabupaten Dogiyai, karena pemerintah pusat melalui wakil rakyat datang menyaksikan sendiri proses pembangunan yang sedang dilaksanakan di daerah sekaligus melihat tantangan dan kekurangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat dalam menata dan membangun daerah dalam mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain    Beberapa tokoh masyarakat merasa bangga dan meyakini mulai mendapat perhatian dari pemerintah pusat karena datang dan menginjakkan kaki di kabupaten dengan motto Dogiyai Dou Ena. Karena, jeritan apapun dari bawah, mustahil dijawab cepat apabila tidak diketahui dan dilihat langsung, betapa besar harapan dan tantangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di daerah. Bening harapan itu terlukis ketika Wakil Ketua DPR RI,  Fahris Hamzah di depan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kampung se Kabupaten Dogiyai mengungkapkan perencanaan pembangunan yang dimulai dari kampung, sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat yang dihadapi masyarakat sehari-hari yang disingkronisasikan dengan program besar dari kabupaten, sesuai dengan visi-misi kabupaten ini merupakan sebuah perencanaan modern. Karena itu, DPR RI mengapresiasi perencanaan modern yang dimulai di Kabupaten Dogiyai. Oleh sebab itu, Fahris berjanji akan menyampaikan harapan masyarakat yang tertuang dalam Musrenbang tersebut akan diteruskan kepada pihak-pihak yang berkompoten. Karena, apa yang dicetus dalam Musrenbang Kampung merupakan sebuah harapan dan keinginan masyarakat mendasar. Fahris mengungkapkan harapan tersebut karena program yang diusulkan dari kampung singkron dengan visi-misi yang disampaikan Bupati Dogiyai, Drs Thomas Tigi sebelumnya dihadapan anggota DPR RI. Dalam pemaparannya, Bupati Thomas mengungkapkan, tantangan yang dihadapi di Dogiyai adalah terbatasnya sarana kesehatan, sejumlah gedung sekolah yang tidak layak dan harus menembus batu dan gunung serta menelan material yang banyak untuk menerobos daerah melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Oleh karena itu, Dogiyai butuh dukungan dari pusat untuk mempercepat proses pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar manusia agar masyarakat Dogiyai pada saatnya maju, mendiri dan sejahtera. Harapan akan adanya perhatian pemerintah pusat diungkapkan anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Yudit Kotouki secara terpisah. Sebelum meninggalkan Dogiyai, Yudit Kotouki mengatakan dirinya akan melobi dengan Menteri Agama agar mengunjungi Kabupaten Dogiyai bulan depan. Agar Menteri Agama melihat secara langsung pembangunan keimanan dari rakyat Dogiyai. “Saya akan ajak supaya bulan depan Menteri Agama ke Dogiyai,” umbarnya. (ans)