Kunci Deteksi HIV ‘Screening Deteksi Dini’

NABIRE - HIV di Provinsi Papua Tengah patut menjadi perhatian bagi masyarakat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terlebih lagi bagi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah serta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) daerah yang ada.
Dalam kesempatan yang sama, media ini pada Selasa (20/1/2026), bertemu dengan (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, ketika berada diruang kerjanya.
Ia menyampaikan, prinsipnya kalau yang menyebabkan HIV tersebut ialah faktor penyebarannya, seperti hubungan seksual, transfusi darah, alat cukur yang bergantian, akan tetapi yang paling penting wajib diperiksa.
"Jangan anggap itu seperti yang luar biasa dan yang harus kita hindari tersebut adalah penyakitnya bukan orangnya, dengan cara periksa darah hasilnya negatif berarti jaga diri agar tetap negatif serta tidak melakukan hubungan badan sembarang," ujarnya.
Dokter Agus menyampaikan, kalau setelah dipersiksa lalu dikatakan positif, bagaimana minum obat anti-retroviral (ARV) setiap hari seumur hidup Human Immunodeficiency Virus (HRV), lalu kemudian memutus mata rantai agar tidak bisa menularkan lagi kepada orang lain, kuncinya dengan screening deteksi dini, kesadaran wajib periksa, supaya dapat status kesehatan kita sendiri.
"Memang bukan mengobati akan tetapi dia mengontrol dan kalau kemungkinan dia minum obat teratur lalu berkeluarga, dia mungkin juga tidak menularkan ke pasangannya ataupun ke anaknya," tutupnya.(edi)
Bagikan artikel ini



