NABIRE — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Papua Tengah tahun ini tidak berhenti pada seremoni upacara. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjadikannya momentum untuk menghadirkan sejumlah program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Usai upacara peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026), Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meluncurkan tiga program sebagai kado kemerdekaan bagi masyarakat Papua Tengah. Peluncuran tersebut disaksikan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Natalius Pigai, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah serta tamu undangan lainnya.

Tiga program yang diluncurkan yakni subsidi penerbangan untuk membuka konektivitas wilayah pedalaman, perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertajuk “Ko Harus Sehat”, serta penguatan kebijakan pendidikan gratis bagi masyarakat Papua Tengah.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang merata kepada masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil.

“Negara ini perlu hadir untuk menjamin rakyatnya di atas tanah ini,” ujar Meki.

Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, kesehatan maupun pendidikan. Karena itu, pemerintah provinsi berupaya memastikan pelayanan dasar dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok.

Buka Akses Pedalaman

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah subsidi penerbangan. Program ini dirancang untuk memangkas hambatan geografis Papua Tengah yang selama ini menjadi tantangan dalam mobilitas masyarakat dan distribusi pelayanan pemerintahan.

Subsidi penerbangan mencakup rute Nabire–Mulia, Nabire–Ilaga dan Nabire–Sugapa, masing-masing dengan frekuensi tiga kali penerbangan pulang-pergi setiap pekan.

Sementara rute Nabire–Enarotali dan Nabire–Waghete dilayani masing-masing dua kali penerbangan dalam sepekan.

Program tersebut akan berlangsung hingga akhir 2026 melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan PT Associated Business Aviation (AMA).

“Kita mempermudah transportasi dari kabupaten ke ibu kota provinsi dan begitu juga kembali ke kabupaten,” kata Meki.

Ia berharap subsidi penerbangan tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar aktivitas ekonomi, pelayanan publik serta mempercepat pembangunan antarwilayah di Papua Tengah.

Pendidikan dan Kesehatan Diperkuat

Di sektor pendidikan, pemerintah provinsi juga terus memperluas program pendidikan gratis. Hingga kini, program tersebut disebut telah menjangkau sekitar 58 ribu anak sekolah di Papua Tengah.

Selain itu, pemerintah daerah memberikan pembiayaan pendidikan bagi sekitar 6.000 mahasiswa serta membantu 1.800 guru untuk memperoleh sertifikasi. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tenaga pendidik, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan dan pendapatan para guru.

Sementara di bidang kesehatan, program “Ko Harus Sehat” diarahkan untuk memperluas kepesertaan masyarakat dalam JKN sehingga semakin banyak warga Papua Tengah memperoleh perlindungan layanan kesehatan.

Bagi pemerintah provinsi, tiga program tersebut memiliki satu garis besar yang sama: memastikan masyarakat tidak ditinggalkan oleh pembangunan hanya karena tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Peringatan HUT ke-81 RI di Papua Tengah pun menjadi lebih dari sekadar upacara. Di tengah bentang wilayah yang luas dan kondisi geografis yang menantang, pemerintah provinsi mencoba menerjemahkan makna kemerdekaan melalui akses yang lebih dekat—pesawat yang menghubungkan pedalaman, layanan kesehatan yang menjangkau rakyat, dan pendidikan yang membuka jalan menuju masa depan.

“Kado kemerdekaan” itu kini tinggal diuji dalam pelaksanaannya: sejauh mana program tersebut benar-benar mampu menghadirkan negara di tengah masyarakat Papua Tengah. (luk)