DOGIYAI – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dogiyai meminta para pemuda agar mampu menyerap dan memfilter beragam informasi yang disebar melalui media, termasuk melalui jejaring internet. Bahkan, ia meminta kepada pemuda tidak boleh mengacaukan dengan bahasa yang tidak benar dengan tanpa melihat kondisi daerah. Hal itu disampaikan Wakil I KNPI Kabupaten Dogiyai, Yakobus Woge, kepada media ini di Nabire, Senin (14/10/2016).“Seiring semakin mudahnya akses informasi melalui media, terutama media elektronik, perlu kiranya kecerdasan para pemuda dalam rangka menyerap informasi dan menggunakan media seperti media sosial agar tak terjerumus dan terprovokasi,” ujar Yakobus.Dia menuturkan, persoalan kondisi daerah menjadi perhatian bersama, dan tidak boleh mengedarkan berita propaganda. Tanpa disadari, katanya, ada orang-orang tertentu yang sedang gencar ingin mengacaukan tatanan kehidupan di masyarakat.“Pemuda tidak boleh gagap teknologi dan menggunakan media, seperti media sosial yang ada dalam genggaman. Sehingga pemuda mampu menjadi garda terdepan menghalau propaganda sesat, sekaligus menjadi motivator dan inspirator yang benar,” katanya.Selain itu, Woge menekankan kepada semua pihak, terlebih kepada jajarannya, bahwa KNPI adalah wadah berhimpun organisasi kemasyarakatan pemuda yang bersifat terbuka dan independen, serta menjadi perekat persatuan dan kesatuan pemuda. Hal ini diingatkannya kembali mengingat beberapa bulan kedepan akan dilaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah.“Janganlah hanya gara-gara politik pragmatis dan segelintir pihak yang ingin mengambil keuntungan sesaat untuk kepentingan Pilkada, KNPI malah terprovokasi dan kehilangan arah serta jati dirinya,” ungkapnya.Ia juga meminta pemuda KNPI untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi mendatang. Diharapkan, pemuda bisa mengambil peran mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas, sehingga mereka nantinya akan menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani tanpa harus takut akan intimidasi dan terpengaruh politik uang.“Idealnya KNPI harus selalu menempatkan diri sebagai mitra strategis dan kritis pemerintah yang mengedepankan etika, serta mampu menetaskan ide-ide kreatif untuk kemudian diformulasikan menjadi program kegiatan. Sehingga terbangun sinergitas antara KNPI dan pemerintah dalam rangka bersama-sama memajukan daerah,” jelasnya. Ia juga meminta kepada pihak-pihak terkait termasuk pimpinan tidak boleh menintervensi situasi dengan bahasa-bahasa yang tidak benar. Bahkan, diminta tidak boleh mudah percaya isu-isu tidak benar yang terjadi di kalangan publik. “Kami minta sebagai pemimpin berjiwa besar dan tetap menjaga situasi daerah,” katanya.Menyinggung soal situasi pemerintahaan daerah, kata Woge, saat ini pemerintahan berjalan aman dan lancar. Hanya yang permasalahan adalah, lanjutnya, ada oknum-oknum pemuda yang menyebarkan issu tidak benar. “Saya harap hal ini yang meminilimasir bersama. Kami pemuda tidak hanya dengar bahasa provofokator bisa kacau daerah. Ini yang tidak boleh terjadi situasi saat ini,” tegas Woge. (gus)