NABIRE - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Nabire, Senin (7/7) di Rumah Makan Nikmat Jalan Sam Ratulangi sekitar pukul 10.00 Wit, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Panwas Tingkat Distrik dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Tingkat Kampung, tentang Pengawasan Tahapan Pemilu Presiden yang akan berlangsung 9 Juli besok. Turut hadir dalam Bimtek, Ketua Panwaslu Kabupaten Nabire, Hendrik Lumimbus, S.Pi., M.Si. Anggota Panwaslu Kabupaten Nabire Devisi Pengawasan, Markus Madai, SE, serta sejumlah Staf Sekretariat Panwaslu Kabupaten Nabire.     Bimtek terhadap Panwas Distrik dan PPL tentang Pengawasan Tahapan Pemilu Presiden di buka langsung oleh, Ketua Badan Penganwas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, Pdt. Robert Y. Horik, MA yang ditandai dengan pemukulan tifa.  Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Pdt. Robert Y. Horik, MA mengatakan, bahwa secara struktur kelembagaan kekuatan lembaga Bawaslu dan juga Panwaslu ada di tingkat Distrik, karena Panwas Distrik menjadi jembatan kepada Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan juga Panwas Kabupaten/Kota.  ”Kekuatan kita ada di tingkat distrik, distrik yang menjadi jembatan untuk melihat persoalan yang terjadi di TPS. Dan distrik punya kewenangan dan peran yang sangat besar, untuk dapat menentukan Pemilu tanggal Sembilan juli nanti, khususnya di Kabupaten Nabire dapat berjalan dengan baik,” tuturnya. Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa penyelenggara adalah KPU, tetapi Panwaslu punya hak dan kewajiban untuk mengawasi jalannya Pemilu Presiden. Baik dan buruknya Pemilu Presiden, sangat tergantung pada penyelenggara pengawasan. Oleh karena itu, dirinya ingin semua Panwaslu Kabupaten/kota, Panwas Distrik belajar dari pengalaman Pemilu Legislatif yang lalu. Sehingga, dengan pengalaman yang ada, semua persoalan yang terjadi selama Pemilu Legislatif, tidak lagi terjadi di Pilpres 2014.  “Semua orang mengatakan, Pileg tahun 2014 adalah pengalaman terburuk yang terjadi di seluruh Indonesia. Dimana, form C 6 atau undangan itu dijual belikan, dengan istilah grosir dengan eceran. Pengalaman inilah yang harus dipelajari bersama, supaya tidak terjadi di Pilpres kali ini. Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Papuaberharap semua Panwaslu Kabupaten/Kota bisa melaksanakan Pemilu Presiden bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik berdasarkan aturan yang ada,” ujarnya.  Dirinya juga berharap kepada seluruh peserta Bimtek untuk bisa mengikuti Bimtek tentang Pengawasan Tahapan Pemilu Presiden dengan baik dan serius. Sehingga, dari Bimtek tersebut bisa menjadi suatu bekal bagi Panwas Distrik dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan bisa di implementasikan pada saat Pilpres berlangsung. (cad)