Kesedihan Masyarakat Papua Tengah, Saat Digelar Pesta Rakyat Bersama Wamendagri
NABIRE - Pesta Rakyat bersama Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri RI) dalam rangka berpamitan dengan masyarakat Papua Tengah. Masyarakat yang berada di Provinsi Papua Tengah, merasa sedih karena akan berpisah dengan orang tua (Ribka Haluk).

NABIRE - Pesta Rakyat bersama Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri RI) dalam rangka berpamitan dengan masyarakat Papua Tengah. Masyarakat yang berada di Provinsi Papua Tengah, merasa sedih karena akan berpisah dengan orang tua (Ribka Haluk).
Hal ini terlihat saat digelarnya pesta rakyat yang diselenggarakan di Bandara lama Nabire, Jumat (15/11/2024).
Dikatakan ketua kelompok Noken usaha anyaman, Wendisena Telenggeng, ketika diwawancarai dalam pesta rakyat, di pasar Mama-mama Papua, dari dulu sampai berapa tahun yang lalu ini tidak pernah mendapatkan bantuan, tetapi semenjak Ribka ada, kita mendapatkan bantuan dan dirinya merasa senang.
"Budaya kami masak bakar batu (Barapen) besar, babi berapa ribu ekor kami masak, perpisahan dengan kami dan dengan kesedihan kami rasakan karena berpisah dengan beliau (Ribka Haluk)," ucapnya.
Dirinya menambahkan, Ibu Wamen orang tua masyarakat Papua Tengah dan selama kurang lebih 2 tahun, setelah itu melepas masyarakat pergi dengan kesedihan dan juga dengan senang.
Wendisena menegaskan, masyarakat mengambil sayur di kebun dan olah sendiri. "Ibu sehat-sehat dan kami mendoakan, terus ketika ibu di pusat jangan melepaskan anak-anak yatim piatu dan ketika ibu kembali datang dan anak-anak digandeng untuk Provinsi Papua Tengah yang lebih baik lagi ke depan," pungkasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



