NABIRE - Sosialisasi pendaftaran Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Sistim Informasi Ormas Provinsi Papua Tengah, yang diselenggarakan oleh Kesbangpol. Ormas sangat penting dan strategis dalam membantu pembangunan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gereja Katolik KSK Bukit Meriam Nabire, Kamis (27/06/2024).


Kegiatan sosialisasi pendaftaran Ormas dilaksanakan agar masyarakat bisa memahami dan kegiatan ini terpusat di Provinsi Papua Tengah.


"Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat bisa memahami bagaimana suatu organisasi, sehingga kedepannya organisasi bisa berjalan dengan baik, kegiatan ini dipusatkan di Provinsi Papua Tengah, melibatkan semua organisasi yang pernah melapor di Kesbangpol Provinsi Papua Tengah," kata Ketua Panitia, Aloisius Sabon Igor, S.Pd.


Terkait Ormas yang hadir pada hari ini untuk mengikuti sosialisasi berkisar 300 dan untuk Provinsi Papua Tengah itu sekitar 100 Ormas, belum lagi di 8 kabupaten.


Lanjutnya dalam wawancara terkait pelaporan, ada dua, di tingkat provinsi agar melapor ke Kesbangpol Provinsi, sedangkan kabupaten melapor ke Kesbangpol kabupaten.


Harapan dari ketua panitia untuk kegiatan sosialisasi ini agar para Ormas yang ada dan ikut menyiapkan formulir-formulir atau syarat-syarat yang diperlukan sebuah organisasi.


Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah, Aselisius Youw menyampaikan Ormas sangat penting dan strategis untuk pembangunan daerah dan perencanaan jangka pendek.


"Keberadaan Ormas sangat penting dan strategis dalam membantu pembangunan di daerah baik dalam perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang sebagai partisipan pembangunan melalui usulan dan karya yang dilakukan," kata Aselisius Youw.


Adapun tantangan yang akan dihadapi kedepannya untuk Ormas-ormas yang berada di Provinsi Papua Tengah.


"Tantangan dan ancaman dari dalam seperti penyalahgunaan narkotika, terorisme, gerakan radikal, stunting, kejahatan cyber, konflik sosial dan persiapan menghadapi pemilihan kepala daerah tahun 2024," ucapnya.


Lanjut dalam sambutannya, perlu adanya komunikasi dua arah pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dan diharapkan organisasi perangkat daerah dapat membangun komunikasi interaksi.


Organisasi yang hadir agar mendengar dan duduk bersama. "Organisasi-organisasi yang hadir, mendengar dengan seksama, kita duduk bersama, menyampaikan, supaya bisa terlaksanakan dengan baik dan hasilnya maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.(edi)