NABIRE – Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, menggelar rapat pemantapan koordinasi kesiapan Pemilu dan Pilkada Serentak. Rapat digelar di Hotel JDF Nabire, Kamis (31/8/23).

Rapat dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus, Ukkas, S.Sos., M,KP, Kepala Kesbangpol Papua Tengah, Drs. Thephilus Ayomi, Ketua KPU Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni, Ketua Bawaslu Papua Tengah, Markus Madai, perwakilan partai politik di Provinsi Papua Tengah, serta tamu undangan lainnya.

Sambutan Pj Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus, Ukkas, S.Sos., M,KP disebutkan, tahun 2024 adalah momen politik yang sangat penting. Karena seluruh Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar dan serentak. Untuk itu dibutuhkan koordinasi semua pihak demi suksesnya Pemilu dan Pilkada Serentak.

Dikatakan, di seluruh Indonesia secara serentak akan memilih presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, dan DPRD. Dilanjutkan pelaksanaan Pilkada dengan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota. Semuanya itu akan digelar di tahun 2024 nanti.

Dikatakan dia, Rakor merupakan salah satu langkah untuk menyamakan persepsi. Sekaligus sosialisasi awal bagi segenap elemen, agar bersama-sama bersinergi mewujudkan Pemilu dengan damai dan lancar.  Diharapkan hal ini memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Terlebih khusus dalam pesta Pemilu dan Pilkada di Papua Tengah tahun 2024.

Disampaikan, salah satu program prioritas Penjabat Gubernur Papua Tengah adalah sukseskan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada pada tahun 2024 dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi Papua Tengah. Kata dia, dalam menghadapi seluruh tahapan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tahun 2024, diharapkan sinergitas para stakeholder pemangku kepentingan Pemilu dan Pilkada tahun 2024 tetap melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dirinya juga berharap semua pihak dapat memperkuat pendidikan politik bagi para kontestan maupun masyarakat. Dirinya menginginkan peserta Pemilu dapat mengajak masyarakatnya untuk melakukan Pemilu yang damai, jujur, berintegritas, dan menolak tindakan-tindakan yang tidak terpuji  yang mencederai demokrasi, menyebar fitnah, kebencian, politik uang dan lain sebagainya. (feb)