NABIRE - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah memfasilitasi persiapan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Suku Mee. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menertibkan dan mengakui keberadaan lembaga-lembaga kesukuan agar dapat menjadi mitra koordinasi yang efektif dalam pembangunan.

Kepala Kesbangpol Papua Tengah, Alberthus Adii, ST., M.Si, saat menyampaikan sambutan dalam acara sosialisasi di Aula RRI, Senin (24/11/2025), menekankan pentingnya pembentukan dan pengakuan resmi wadah kesukuan.

"Dalam rangka sosialisasi persiapan pelaksanaan Mubes yang berada di Papua Tengah, lebih khususnya secara administrasi pemerintahan ada 8 kabupaten, dari sisi administrasi kesukuan kurang lebih ada sekitar 9 sampai 10 suku besar. Oleh karena itu dipandang penting bahwa perlu adanya pembentukan ataupun pengakuan keberadaan suku ini," ujar Alberthus.

Ia menjelaskan, wadah kesukuan ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, demi pembangunan Provinsi Papua Tengah ke depan menjadi lebih baik.

Alberthus Adii menegaskan, bahwa Kesbangpol berperan sebagai mediator dan fasilitator, bukan eksekutor. "Kami mediasi dan fasilitasi, yang melaksanakan itu masyarakat suku yang ada di masing-masing wilayah," katanya, seraya menyebut bahwa beberapa suku lain, seperti Suku Moni dan Suku Wolani, sudah lebih dulu melaksanakan Mubes.

#Langkah Penertiban dan Koordinasi Adat

Proses ini dilakukan untuk memastikan setiap suku memiliki wadah yang diakui dan dapat berkoordinasi dengan pemerintah. "Intinya bahwa kita cuma sampaikan sedikit demi sedikit supaya wadah kami ini teratur, kami tidak sampai di tingkat suku, dalam bagian provinsi," tambah Alberthus.

Ia juga mengingatkan, pembentukan lembaga harus sesuai dengan amanat perundang-undangan, termasuk Permendagri Nomor 52 Tahun 2018. Bagi suku-suku yang sudah memiliki wadah, diimbau untuk tetap berkumpul dan menyesuaikan AD/ART mereka sesuai hukum yang berlaku.

#Harapan Kesatuan Suku Mee



Sosialisasi ini secara khusus ditujukan kepada seluruh keluarga besar Suku Mee yang tersebar di wilayah seperti Dogiyai, Paniai, Nabire, Timika dan delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Otto Pakage, dalam sambutannya mengajak seluruh intelektual Suku Mee untuk bersatu. "Kita duduk untuk saya berpikir kita bersatu sehingga kita satu pikiran, sama-sama kita mau bentuk panitia, panitia kita Mubes," ajak Otto.

Tujuan utama dari Mubes ini adalah untuk memilih satu orang pemimpin yang dapat menjadi perwakilan Suku Mee di tingkat provinsi, yang nantinya akan menjadi mitra koordinasi dengan pemerintah.

"Paling tidak itu ada satu orang pemimpin yang bisa di tingkat provinsi yang koordinasi dengan pemerintah. Sehingga perlu kami lakukan sosialisasi sekaligus persiapan dalam rangka pelaksanaan musyawarah besar ini," pungkas Alberthus.

Mubes Suku Mee ini diharapkan mampu menciptakan kepemimpinan adat yang kuat dan terorganisir, sekaligus menjaga stabilitas sosial di Provinsi Papua Tengah sebagai landasan untuk pembangunan daerah yang lebih baik.(sam)