Kepala SLB Nabire dan Uri Waropen Gelar Workshop Implementasi K13
NABIRE – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas menggelar workshop Pendampingan Implement
Bagikan
NABIRE – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas menggelar workshop Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 (K13) bagi kepala sekolah dan guru SLB Petra Nabire SLB Uri Negeri Waropen di Hotel JDF, Nabire, Kamis (31/10) hingga 2 November mendatang. Workshop tersebut dibuka, Sekteretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Nabire, Victor Tebay. Ketua Panitia Penyelenggara, Yosafat Nawipa mengungkapkan peserta workshop sebanyak 20 orang terdiri dari SLB Uri Negeri Waropen sebanyak 4 orang dan kepala sekolah dan guru dari SLB Petra Nabire sebanyak 12 ditambah dengan panitia dan instruktur. Sekretaris Dinas P dan P Nabire, Victor Tebay saat membuka kegiatan mengajak kepala sekolah dan para guru yang mengkuti implementasi Kurikulum K13 agar memahami materi dengan benar sehingga ketika kembali ke sekolah dapat menerapkan kurikulum tersebut. Karena akan menghadapi anak didik yang kebutuhan khusus sehingga pola pendidikan dan pengajaran anakk didik berkebutuhan khusus metodenya khusus pula. Victor mengungkapkan, peneterapan kurikulum K13 untuk sekolah umum yang sudah dimulai sejak 2016 lalu saja, masih ada sekolah yang masih memakai kurikulum KTSP. Oleh sebab, ijazah yang ada di dinas untuk dua tahun terakhir ini, ada dua jenis ijazah yakni ijazah dengan kurikulum KTSP dan Kurikulum K13. Oleh sebab itu, Victor mengingatkan sebelum menerapkan kurikulum K13 agar mengasai dulu kasih. Karena di sekolah-sekolah biasa, kebanyakan guru berikan tugas, bagi buku lepas sehingga anak-anak belajar sendiri. Padahal kurikulum K13 dituntut bagaimana guru dituntut mengarahkan anak sampai anak mampu mengerjakan. Sekretaris Dinas P dan P ini berpesan agar SLB di daerah ini Waropen, memberikan hal-hal tertentu bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus sehingga tidak selamanya mengharapkan keluarganya tetapi bisa berusaha sendiri. Ia mencontoh beberapa alumni SLBD yang menjual hasil karyanya di kota Jayapura untuk menghidupi dirinya. Sementara itu, instruktur dari Direktoran Pembinaan Anak yang Khusus, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Dr Joko Yuwono usai pembukaan kepada wartawan mengatakan impletasi K13 bagi sekolah khusus sudah dimulai sejak 2014 secara bertahap sehingga tahun 2021, semua sekolah SLB sudah menggunakan kurikulum K13. Karena implementasinya sudah dimulai sehingga kegiatan ini bersifat pendampingan penerapan K13 di masing-masing sekolah.(ans)
Bagikan artikel ini



