Kehadiran TNI AD, Wujudkan Swasembada Pangan di Nabire
NABIRE- Keterlibatan TNI AD dalam kegiatan perbaikan irigasi dan dalam setiap aspek kegiatan sebagai dalam rangka mewujudkan swasembada pangan. Hal ini sangat wajar karena pada saat ini TNI –AD sedang menjalankan trategi transformasi yang meliputi bidang pertempuran, bida
Bagikan
NABIRE- Keterlibatan TNI AD dalam kegiatan perbaikan irigasi dan dalam setiap aspek kegiatan sebagai dalam rangka mewujudkan swasembada pangan. Hal ini sangat wajar karena pada saat ini TNI –AD sedang menjalankan trategi transformasi yang meliputi bidang pertempuran, bidang teritorial dan dukungan dalam trategi transformasi tersebut melalui 5 pilar dan salah satu di antaranya adalah memantapkan kemanunggalan TNI – Rakyat.
Swasembada pangan sebagai bagian dari serbuan teritorial yang di laksanakan TNI –AD tahun 2015 merupakan tekat bagi TNI-AD dalam membantu program Pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Terkait dengan hal tersebut TNI-AD sudah mengambil langka kongkrit ,yang salah satunya adalah memberikan pendampingan kepada para petani yang sudah di lakukan oleh para Babinsa di Kabupaten Nabire dengan melaksanakan kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire.Demikian Sambutan Bupati yang di bacakan oleh Sekda Kabupaten Nabire Drs Johny Pasande pada kegiatan peletakan batu pertama dan apel gabungan perbaikan irigasi dalam rangka sawsembada pangan pada Senin (20/1) di BBI Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat.Ungkap Bupati, swasembada pangan ini sangat penting ,tidak mungkin ketahanan pangan Nasional bisa tercapai tanpa ketahanan pangan dan tidak mungkin ketahanan terwujud tanpa swasembada pangan .Bertolak dari gambaran tersebut diatas, hari Selasa 20 Januari 2015 Presiden RI melakukan pencanangan Gerakan Perabikan Irigasi dalam rangka swasembada pangan di Provinsi Kalimatan Barat melalui peletakan Batu Pertama dan secara serentak di ikuti oleh Provinsi /Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Nabire.“Sebagai mana kita laksanakan pada hari ini ,pencanangan ini bertujuan untuk memperbaiki saluran irigasi dalam rangka mensukseskan swasembada pangan ,seperti yang kita tahu bersama bahwa sarama irigasi merupakan salah satu faktor penunjang dalam keberhasilan program swasembada pangan,” tuturnya.Dikatakan Bupati, Kabupaten Nabire sebagai salah satu daerah sentra produksi Padi di Provinsi Papua setelah Kabupaten Merakuke.Hal itu terlihat dengan adanya dua sarana irigasi bendungan yang ada di Kabupaten Nabire yakni bendungan Kalibumi dengan kapasitas untuk mengairi sawah seluas 6.400 Ha di daerah irigasi Kalibumi Distrik Nabire Barat dan Wanggar .“Sementara bendungan kedua di Kali Mosairo dengan kapasitas untuk mengairi sawah seluas 3000 Ha yang terletak di Distrik Makimi,namun kenyataan bahwa sampai saat ini fungsi dari sarana irigasi ini belum maksimal dalam memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan produksi beras di Kabupaten Nabire,” tambahnya.Terangnya, rata –rata produksi padi di kabupaten nabire dalam tahun 2014 adalah sebesar 4,3 ton per hektar kaba kering giling dan masih jauh di bawa rata-rata produksi Nasional 6,9 ton perhektar ,untuk itu melalui pencanangan gerakan perbaikan irigasi di harapkan dapat meningkatkan produktofitas padi di Kabupaten Nabire yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pencapaian swasembada pangan secara Nasional.(des)
Bagikan artikel ini



