NABIRE - Papuapos Nabire sebagai salah satu media lokal di Tanah Papua dilirik oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk bekerjasama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan. Rabu (20/09/23) pukul 14.00 WIT, Young Southeast Asian Leaders Initiatif (YSEALI) Academic Fellowship mengundang Papuapos Nabire dalam interview lewat aplikasi Zoom Meeting, terkait pengembangan informasi dan juga publikasi terkait program beasiswa yang disponsori oleh pemerintah Amerika Serikat melalui YSEALI Academic Fellowship untuk periode musim semi 2024.  

Dalam interview, Koordinator Program YSEALI Kedubes AS di Jakarta, Putra Aditya, mengatakan, pendaftaran untuk program beasiswa yang disponsori oleh Pemerintah Amerika Serikat, Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship untuk periode Musim Semi 2024, saat ini telah dibuka hingga 13 Oktober 2023. 

Kata dirinya, YSEALI Academic Fellowship adalah program akademik intensif jangka pendek yang memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang Amerika Serikat, serta tema-tema tertentu kepada para pemimpin muda, sekaligus meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka. Sejak Musim Semi 2015, ratusan anggota YSEALI asal Indonesia telah bergabung dengan rekan-rekan mereka dari negara anggota ASEAN lainnya dan Timor-Leste untuk mengikuti program YSEALI Academic Fellowship dengan memilih salah satu dari tiga tema berikut yakni, Keterlibatan Masyarakat, Isu Lingkungan, dan Kewirausahaan Sosial dan Pembangunan Ekonomi.

“Program YSEALI Akademic Fellowship ini adalah program mengembangkan kepemimpinan anak muda di Asia Tenggara, dan Timur Leste dan beasiswa gratis. Untuk targetnya pemimpin muda yang berusia 18 sampai dengan 25 tahun. Dan teman-teman bisa menjadi anggota YSEALI Akademic Fellowship, dimana teman-teman yang punya keterlibatan aktif dalam bidang isu-isu keterlibatan sosial menjadi salah satu syaratnya,” ungkap Putra yang merupakan Koordinator Washington untuk Indonesia. 

Sementara itu, salah satu perwakilan alumni dari Program YSEALI Tahun 2023 asal Papua, Neas Wanimbo mengatakan, pengalaman dirinya menjadi anggota YSEALI Akademic Fellowship di Amerika merasa bangga dan sangat senang, karena banyak menambah ilmu kepemimpinan selama berada di Amerika. Bahkan, pola perkuliahan yang ada di Amerika sangat jauh berbeda ketimbang saat diriya berkuliah di Indonesia. 

“Banyak hal baru yang saya pelajari di sana (Amerika red), banyak teman baru yang saya juga dapat di sana, ada dari Myanmar, Malaysia, dan lain sebagianya di Asia Tenggara, dan selama saya di Amerika, bahkan saya juga bertemu langsung dengan Walikota, Parlemen Amerika dan kepemimpinan mereka sangat jauh berbeda dengan di Indonesia, tidak ada sekat antara Pejabat dan Warganya. Ini yang perlu di tiru dari Negara-negara maju seperti Amerika, dan mereka sangat terbuka dalam menerima masukan atau ide dalam membangun suatu Negara,” ungkapnya.

Perwakilan Kedubes AS untuk Indonesia berharap, Papuapos Nabire dapat membangun komunikasi dan bekerjasama dalam bidang pendidikan dan menciptakan SDM Kepemimpinan yang baik dan mempunyai jiwa membangun negeri. Sehingga, program YSEALI Akademic Fellowship yang disponsori Pemerintah Amerika Serikat dapat lebih banyak lagi anak-anak muda yang tertarik dalam program YSEALI Akademic Fellowship, khususnya di Tanah Papua. (cad)