KIGAMANI - Minggu pagi, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua bersama Komnas HAM wilayah Papua mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus Lakalantas yang berujung kasus penganiayaan yang menyebabkan sopir truk Yus Yunus meninggal dunia pada Minggu, 23 Februari kemarin di lokasi kejadian. Kunjungan Kapolda didamping pihak Komnas HAM itu, selain dalam rangka melihat dari dekat lokasi atau tepatnya kejadian (TKP, red), juga untuk mendengarkan langsung keterangan anggota di lapangan (pada saat itu) dan terpenting (agar) membuat terang kejadian sebenarnya serta memastikan langkah apa yang diambil selanjutnya oleh pihak aparat keamanan guna menuntaskan kasus dimaksud. Kapolda Papua pada kesempatan tersebut mengaku, kasus Laka ganda yang menyebabkan korban Damianus Mote dan penganiayaan berat yang menyebabkan saudara Yus Yunus, sopir truk (26) meninggal dihakimi massa tak dikenal (para pelaku) itu sempat viral di Medsos dan butuh sesegera mungkin dalam pengungkapan fakta sebenarnya. Liputan langsung dari Moanemani, kunjungan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dalam catatan dan data yang dihimpun media ini rombongan take off pada pukul 07.00 WIT dari Bandara Mozes Kilangin Mimika menuju Bandara Moanemani, Kigamani Kabupaten Dogiyai menggunakan pesawat Airfast Indonesia PK-OCJ. Kapolda Papua dan rombongan diantara Komnas HAM  Frits Ramanday dan sejumlah wartawan tiba di Bandara Moanemani Kabupaten Dogiyai pada pukul 08.18 WIT dengan disambut Bupati Dogiyai, Bupati Nabire, Kapolres Nabire, Kapolres Paniai, Kapolres Deiyai dan Forkopimda selanjutnya menuju ke TKP kasus penganiayaan terhadap sopir truk. Selanjutnya pada pukul 08.30 WIT, Kapolda tiba di TKP penganiayaan sopir truk dan menerima penjelasan kronologis dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh anggota Polres Nabire bersama anggota Mapolsek Kamuu. Kasat Lantas Polres Nabire secara singkat menyampaikan kronologis kejadian kecelakaan ganda yang terjadi pada hari Minggu, 23 Februari 2020 dimana sepeda motor yang dikendarai saudara Demianus Mote melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Dogiyai menuju Distrik Kamu Utara kemudian menabrak Babi sehingga korban tidak dapat mengendalikan motornya dan oleng ke kanan lalu tersrempet bemper mobil truk yang dikemudikan saudara Yus Yunus dari arah berlawanan sehingga mengakibatkan saudara Demianus Mote meninggal di tempat kejadian. Sementara saudara Yus Yunus memberhentikan kendaraanya dan meminta bantuan menggunakan radio mobil kepada rekannya an. Risman dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kamu hingga pada pukul 12.20 WIT, selanjutnya anggota Polsek Kamu mendatangi TKP. “Dari hasil olah TKP menunjukkan bahwa masing-masing kendaraan dalam kecepatan tinggi dan berupaya saling menghindar melihat bekas rem mobil truk sepanjang 28 meter, posisi kendaraan mobil dari titik tabrakan sepanjang 31.70 meter berada diluar badan jalan sebelah kiri dari arah kendaraan dan posisi motor dari titik tabrakan berjarak 14.20 meter berada diatas badan jalan kiri arah Paniai. Penyampaian Wakapolsek Kamuu dan Danpos Brimob, saat mendatangi TKP, kami secara bersamaan mobil Patroli Polsek dan mobil Brimob menerobos masuk melewati rumput-rumput dimana jalan ke TKP sudah dipalang dan dijaga masyarakat banyak. Setelah itu, kami berupaya untuk melindungi sopir truk tersebut dimana posisi sopir berada dipinggir jalan dan sudah dikerumuni massa yang sangat banyak, kami berupaya mengevakuasi sopir ke dalam mobil patroli namun dengan situasi massa yang mulai brutal sehingga supir truk tersebut terseret dari dalam mobil, sehingga kami memberikan tembakan peringatan sesuai perintah Wakapolsek Kamuu dan situasi massa semakin brutal. Kami melihat massa sudah tidak takut dengan senjata dan mereka berupaya mendatangi anggota Brimob yang membawa senjata laras panjang. “Selanjutnya saya memerintahkan agar anggota menjauh dari masyarakat karena kami melihat massa menggunakan sajam parang dan besi panjang,” jelas Wakapolsek. Setelah sopir truk dikeroyok hingga terjatuh kemudian massa membubarkan diri dan kami meminta bantuan untuk menyiapkan mobil ambulance untuk mengevakuasi korban Laka Demianus Mote ke Puskesmas, namun dari pihak keluarga dibawa kediamannya, selanjutnya mengevakuasi korban sopir truk ke dalam mobil patroli untuk dibawa ke Puskesmas. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Papua menyampaikan, terkait kecelakaan kecelakaan ganda ini perlu dilakukan converence pers oleh Bupati Dogiyai, Bupati Nabire, Wakil Bupati Dogiyai dan Kapolres Nabire guna menyampaikan secara langsung fakta kejadian yang sebenarnya. Terhadap para anggota yang mendatangi TKP akan dilakukan pemeriksaan oleh Propam karena adanya korban jiwa dan akan dilakukan pemeriksaan apakah selama berada di TKP sudah sesuai SOP atau belum. Kepada Kasat Lantas agar melakukan penyelidikan dan penyidikan begitu pula dengan Sat Reskrim. Kematian saudara Yus Yunus sudah diterima oleh pihak keluarga dan meminta kepada pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku. Kemudian, pada pukul 09.00 WIT, Kapolda Papua bersama Bupati Dogiyai, Bupati Nabire melaksanakan doorstop atau jumpa pers bersama sejumlah awak media, baik media cetak maupun elektronik. Pada kesempatan tersebut Bupati Dogiyai menyampaikan, selaku Bupati Dogiyai sangat tidak setuju akan berita yang sedang viral bahwa kematian babi dibalas dengan kematian orang dan statmen itu tidak benar, kejadian ini merupakan kriminalitas yang dapat diproses secara hukum “Saya berharap kepada masyarakat di Kabupaten Dogiyai agar tetap tenang, karena masalah yang seperti ini sudah biasa kita hadapi dan pasti ada solusinya. Oleh karena itu, kita minta supaya kondisi keamanan dapat dijaga bersama-sama. Saya rasa perlunya pendekatan sosial dan secara budaya karena pemahaman untuk masyarakat umum Dogiyai agar mereka memahami apa yang terjadi dan langkah-langkah yang akan diambil agar kejadian ini tidak terulang kembali," urainya. Tambah Yakobus Dumupa, kehadiran bapak Kapolda Papua disini menunjukkan bahwa kita serius dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah, oleh karena itu kepada pihak korban percayakan pada pemerintah dan kepolisian dalam menangani permasalahan ini. Selanjutnya Bupati Nabire Isaias Douw mengatakan, situasi pasca kejadian saat ini telah aman dan kondusif dan kami meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga situasi ini tetap aman sehingga kita dapat melakukan aktifitas seperti biasa dan jangan mudah terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi ini. Kapolda Papua kembali menyampaikan, empati sedalam-dalamnya kepada semua pihak korban yang ditinggalkan kami turut berduka cita dan semoga keluaga yag ditinggalkan tetap kuat serta berserah kepada Tuhan yang Maha Esa. “Saya didampingi Bupati Dogiyai, Bupati Nabire, Kapolres Nabire serta stakeholder yang ada telah melihat secara langsung TKP dan menerima penjelasan terkait kejadian ini yang mana faktanya adalah telah terjadi kecelakaan ganda dimana korban sepeda motor dengan kecepatan tinggi telah menabrak babi dengan jarak kurang lebih 12 meter dan berupaya menghindar, kemudian dari arah berlawanan terdapat truk kecepatan tinggi sehingga tersenggol dan terseret kurang lebih 12 meter,” ungkapnya. Siapapun tidak bisa menghindar melihat situasi jalan yang menurun dan sepi sehingga pengendara dominan kecepatan tinggi. Perhatian kami agar membuat rambu-rambu jalan guna mengurangi kecepatannya sehingga kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali. “Saya minta kepada para personel di lapangan agar bekerja untuk mencari fakta-fakta hukum,” harap Waterpauw. Kasus ini kita akan terus dalami sehingga menjadi terang fakta hukum yang terjadi di lapangan. Kami meminta kepada semua pihak untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovakasi oleh orang-orang yang akan memanfaatkan situasi ini. “Situasi saat ini sudah aman dan kondusif dan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional untuk mendapatkan fakta-fakta atau bukti-bukti yang terjadi sebenarnya,” tutup Kapolda Waterpauw.(wan)