DEIYAI — Organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) terus memperluas penguatan organisasi dan pelayanan di wilayah Keuskupan Timika. Salah satunya melalui pembentukan kepengurusan WKRI di Paroki Segala Orang Kudus (SOK) Diyai, Kabupaten Deiyai.

Pembentukan pengurus tersebut dilakukan melalui Konferensi Cabang (Konfercab) WKRI yang berlangsung di Aula Paroki Diyai, Distrik Tigi Barat, Selasa (4/8/2026).

Konfercab diikuti perwakilan ibu-ibu dari sejumlah stasi dan komunitas basis (Kombas) yang berada di wilayah pelayanan Paroki SOK Diyai.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Deiyai, Roby Bobii, mewakili Bupati Deiyai Melkianus Mote.

Konfercab dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Anggaran Dasar Rumah Organisasi (ARD) WKRI. Proses persidangan dipimpin langsung oleh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WKRI Keuskupan Timika, Irene Kipimbob Adii, dan berlangsung lancar hingga menghasilkan kepengurusan baru.

Melalui proses pemilihan tersebut, Petornella Giyai terpilih sebagai Ketua WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai untuk masa bakti 2026–2030.

Usai ditetapkan, Petornella bersama jajaran pengurus dilantik oleh Ketua DPD WKRI Keuskupan Timika, Irene Kipimbob Adii, untuk segera menjalankan tugas pelayanan organisasi.

Siap Jalankan Amanah

Dalam amanat perdananya, Petornella menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin WKRI Paroki SOK Diyai.

Ia menegaskan siap menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, namun menyadari bahwa organisasi tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh anggota dan umat.

“Organisasi WKRI ini tidak bisa berjalan sendiri. Sangat dibutuhkan dukungan, partisipasi dan kerja sama dari seluruh anggota WKRI, pengurus Dewan Paroki, maupun seluruh umat,” ujarnya.

Petornella juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan berbagai organisasi yang berada di lingkungan gereja maupun masyarakat.

Menurutnya, semangat persatuan, kebersamaan dan kerja sama harus terus dijaga agar WKRI mampu menjalankan tugas pelayanan secara optimal.

Layani Semua Umat

Petornella menegaskan meskipun WKRI merupakan organisasi yang beranggotakan kaum perempuan, tugas pelayanan yang dijalankan tidak hanya ditujukan kepada perempuan.

“Wadah WKRI ini memang wadah bagi wanita, tetapi dalam pelayanan tidak memandang atau tidak menyasar perempuan saja. Semua kalangan umat, anak-anak, pemuda, kaum pria dan lainnya juga menjadi bagian dari pelayanan,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

Program tersebut, kata dia, harus disusun berdasarkan kondisi masyarakat dan perkembangan kehidupan gereja sehingga keberadaan WKRI benar-benar memberikan manfaat bagi umat di wilayah Paroki SOK Diyai.

Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Sementara itu, Ketua DPD WKRI Keuskupan Timika, Irene Kipimbob Adii, berharap pengurus baru dapat melanjutkan tugas pelayanan dan pengabdian WKRI di wilayah masing-masing.

Ia meminta seluruh pengurus terus menjaga semangat kebersamaan serta memupuk persatuan dalam menjalankan tugas organisasi.

Irene juga berharap kepengurusan WKRI Paroki SOK Diyai dapat menjadi wadah yang mampu memperkuat peran perempuan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan menggereja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, WKRI Paroki SOK Diyai diharapkan semakin aktif menjalankan karya pelayanan, memperkuat kebersamaan umat, serta menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat di wilayahnya. (hbb)