NABIRE - Kondisi Kantor Distrik Piyaiye dalam kondisi hancur sehingga tidak layak sebagai kantor pemerintah. Gedung tersebut hancur karena termakan usia bangunan sehingga atap senk sudah dalam kondisi rusak demikian pula lantai dan dinding.

Kepala Distrik Piyaiye,  Yance Magay di Nabire, Senin (30/5) mengungkap kondisi gedung kantor sudah tidak layak pakai karena atap senk sudah bocor dan rusak. Pada saat hujan air turun ke dalam gedung sehingga mempengaruhi kondisi lantai dalam kantor. Papan lantai kantor rusak karena lapuk, plafon rusak juga rusak semua

Kepala Distrik Yance Magay menilai kantor distrik Piyaiye hancur karena termakan usia bangunan. Sebab kantor tersebut dibangun ketika Dogiyai belum di mekarkan. Bahkan bangunan tersebut dibangun jauh sebelum dimekarkan.

Akibat gedung kantor yang rusak pelayanan pemerintahan juga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Belum lagi  tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti perumahan pegawai distrik.

Ia mengakui sudah ada perumahan pegawai tetapi karena terpencar sehingga tidak terawat dan sudah pada kondisi rusak.

Kepala Distrik Piyaiye yang baru turun dari Apogomakida, ibukota Distrik Piyaiye pada Senin  (30/5) siang mendampingi Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Dogiyai di Distrik Piyaiye menjelaskan akibat kondisi kantor distrik yang hancur perekaman KTP -El dilaksanakan di gedung Mini Marked yang dibangun pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk Distrik Piyaiye .

Yance Magai mengatakan kondisi gedung tersebut sudah dilaporkan kepada Pemerintahan Kabupaten Dogiyai melalaui Sekda yang kini menjabat Penjabat Bupati Dogiyai, Drs Petrus Agapa namun belum ada jawaban dari pemerintah kabupaten. (ans)