ABIRE - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd secara tegas mengatakan agar jangan lagi ada Pungutan Liar (Pungli) bagi masyarakat yang datang mengurus data kependudukan dan pencatatan Sipil sebab semuanya telah ditanggung oleh negara.

Diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Nabire dan masyarakat kabupaten tetangga yang datang dan mengurus data kependudukan dan pencatatan sipil di kantor Dukcapil Nabire agar tidak melayani oknum-oknum pegawai yang dengan sengaja meminta bayaran, karena itu sudah termasuk pungli.

Kata dia, Kantor Dukcapil Kabupaten Nabire dalam memberikan pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran dan Akte Kematian serta surat kependudukan lain tidak dipungut biaya. Tetapi semunya dilayani dan diberikan secara gratis. Prinsip pelayanan Dukcapil Nabire untuk saat ini ”datang membawa berkas, ambil Surat kependudukan dan pencatatan sipil lalu pulang.”

“Jangan membantu masyarakat dengan adanya lampiran di belakang. Tetapi bantulah dengan hati nurani yang iklas dengan dilandasi iman dan kasih yang kita miliki sebagai ASN yang bekerja dan melayani masyarakat,” ujar Yulianus Pasang kepada Papuapos Nabire, Jumat (13/10/23) di ruangan kerjanya.

Lanjut Pasang, berdasarkan Undang–Undang (UU) telah jelas dikatakan tidak boleh adanya pungli dalam kepengurusan data kependudukan dan pencatatan sipil bagi seluruh warga negara/masyarakat. Jika masyarakat yang mengurus data kependudukan menemukan adanya pungli segera melaporkan hal itu kepada Kepala Dukcapil Nabire di kantor maupun melalui telepon.

Apabila ditemukan adanya kegiatan pungli di Kantor Dukcapil Nabire akan dilakukan tindakan tegas kepada penerima pungli maupun pemberi pungli. Untuk itu diharapkan kepada seluruh masyarakat agar saling mengawasi sehingga tidak terjadi pungli atau hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

“Masyarakat datang dengan berkas lengkap, silakan antrian di masing-masing loket yang tersedia. Jangan lupa antri untuk mendapatkan nomor urut. Karena Dukcapil Nabire ingin memberikan pelayanan secara maksimal  dengan hati yang iklas tanpa ada lapiran dari belakang alias pungli,” ujarnya. (des)