MOANEMANI – Kota Moanemani kelihatan mulai bersih, jalan–jalan utama sudah dibersihkan oleh gabungan ibu–ibu dan bapak–bapak di daerah tersebut. Sepanjang jalan kiri dan kanan sudah ditanami bunga. Aksi kebersihan kota Moanemani itu untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai.  ‘Jimidei’ Moanemani Bersih Dukung Visi Misi Bupati, hal itu diungkapkan Kelompok Kebersihan Kampung, dengan ketuanya Nonce Boma, kepada wartawan media ini di Moanemani beberapa waktu yang lalu.  Dengan beranggotakan 88 orang laki–laki dan perempuan itu, tumpukan sampah yang dibersihkan anggota tersebut masih ada tertinggal belum dibuang tempat yang telah ditentukan, maka Nonce Boma selaku ketua kelompok meminta dan mengusulkan kepada pemerintah untuk beli mobil kendaraan pengangutan sampah dan pemerintah harus menentukan tempat pembuangan sampah.  Diusulkan pula kepada Kepala Dinas Linggungan Hidup Dogiyai untuk mesin babat rumput, agar Kota Moanemani Dogiyai bersih. Kata Bupati, Moanemani dulu lebih indah, sekarang sangat rapuh dan berantakan, Nonce angkat bicara pengalaman lalu. Seperti Bruder karel yang bernah buat parit besar, tempus Kampung Bukapa dengan tujuan kasih kering rawa perhitungan bencana  yang bisa saja terjadi.  Kemungkinan lain soal sampah yang selalu dibuang di Kali Tuka. Kota Moanemani lima atau sepuluh tahun kemudian bisa tergenang air, oleh karena itu masalah sampah harus ditangani mulai sekarang, ujar Nonce ketua kebersihan ini.  “Mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, sehingga pasti pemerintah dengar kami. Bupati Dogiyai pernah kunjungi kami seketika kami bersihkan didepan dan belakang kantor Bupati, saat lalu itu,” jelas Nonce Boma.(don)