Jangan Bunuh SDM Paniai
PANIAI – Dinas P dan P membuka Universitas Negeri Manado (UNIMA) Kelas Paniai. Namun harus melihat bahwa seorang mahasiswa dan mahasiswi tersebut guru-guru yang selalu setia mengabdi di sekolah. Dan yang harus diperhatikan adalah seorang guru yang berijasah PGSD DII/DIII ka
Bagikan
PANIAI – Dinas P dan P membuka Universitas Negeri Manado (UNIMA) Kelas Paniai. Namun harus melihat bahwa seorang mahasiswa dan mahasiswi tersebut guru-guru yang selalu setia mengabdi di sekolah. Dan yang harus diperhatikan adalah seorang guru yang berijasah PGSD DII/DIII karena mereka ini yang mengetahui kode etik proses belajar mengajar.
Pantuan salah seorang guru suka rela SMA YPPK Epouto pada Jumat (17/10) di Kampus Unima kelas Paniai, mahasiswa dan mahasiswi yang diterima itu diduga ada yang tidak pernah bersekolah SD alias buta huruf, ada yang ijasah SMA-nya beli dan ada pula yang hanya memiliki ijasah SMP. Jika dugaan ini benar, ini akan membunuh sumberdaya manusia untuk masa depan Paniai. Seorang mahasiswa juga sempat mengakui karena temannya tersebut tidak tahu tulis dan membaca. Dinas P & P diharapkan memperhatikan dengan baik program ini, sehingga tidak akan membunuh karakter manusia Paniai di era mendatang.Guru SD, SMP termasuk SMA/SMK dan setingkat lainnya wajib berpredikat sarjana. Karena itu, wajib ditingkatkan kualifikasinya untuk memenuhi persyaratan proses sertifikasi kompetensi guru pada masing-masing jenjang pendidikan, ini hanya guru-guru yang sudah PNS.Senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai, Drs. Amatus A. Tatogo, M.MPd, bahwa guru wajib berijasah sarjana adalah amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama 10 tahun. Dan deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada tahun 2015.Kepala Bidang SMA Dikjar Kabupaten Paniai, Adrianus Tekege, S.Pd, M.MPd menegaskan, untuk menjawab persoalan itu pihaknya sejak empat tahun lalu memilih program perkuliahan kerjasama Unima bagi guru-guru di daerah ini. Sampai sekarang, kata Andi, dari program ini sudah tiga angkatan. Angkatan pertama, sebanyak 108 orang, telah wisuda di kampus Unima Manado pada tahun 2012 lalu.“Sekarang 300 orang yang sedang kuliah, terdiri dari mahasiswa angkatan kedua berjumlah 99 orang dan angkatan ketiga sebanyak 201 orang,” tuturnya. (ist)
Bagikan artikel ini



