NABIRE - Kehadiran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) keagamaan di Papua Tengah diharapkan tidak hanya fokus pada internal, melainkan menjadi pilar utama penjaga kerukunan. Hal ini ditekankan Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si, saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Papua Tengah, Senin (17/11/2025) di Gedung Islamic Center.

Wagub Deinas Geley secara tegas menyampaikan pentingnya persatuan di atas perbedaan organisasi. Ia mencermati bahwa di kalangan umat muslim terdapat NU dan Muhammadiyah, sebagaimana di Protestan terdapat berbagai denominasi. Menurutnya, keragaman ini harus dilihat sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Jangan kamu apa-apa baku marah, hanya ini organisasi ini yang bagus, yang ini tidak bagus, tidak boleh. Kamu harus jadi satu,” tandasnya, menyerukan agar semua pihak merangkul satu sama lain tanpa mendiskreditkan.

Pesan utama Wagub Geley kepada Muslimat NU adalah agar mereka menjadi motor penggerak pembangunan. Ia mendorong para pengurus dan anggota untuk bahu-membahu membangun Papua Tengah, mulai dari level keluarga dengan mendidik anak-anak untuk bersekolah hingga ke jenjang Madrasah, Sanawiah, dan Aliah.

Menurutnya, Muslimat NU memiliki peran strategis yang tak terbantahkan sebagai kekuatan sosial keagamaan. Peran ini mencakup pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga dan penguatan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat yang majemuk.

Muslimat NU di tanah Papua Tengah diharapkan mampu menjadi mitra yang efektif bagi pemerintah dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul: beriman, cerdas, sehat dan sejahtera. Wagub secara khusus berharap organisasi ini aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan peran perempuan dalam tatanan sosial.

Selain itu, ia juga mendorong Muslimat NU untuk berfokus pada penguatan ekonomi umat. Hal ini dapat diwujudkan melalui dorongan terhadap ekonomi kreatif dan pemberdayaan, khususnya di kalangan ibu-ibu dan generasi muda, yang kerap menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.

Yang tak kalah krusial, Muslimat NU diletakkan sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa di Provinsi Papua Tengah. Keberadaan mereka dinilai vital dalam merawat harmoni di tengah dinamika masyarakat.

Rapat kerja wilayah yang diselenggarakan pasca-pelantikan dianggap sangat penting. Wagub Geley memandang forum ini sebagai wadah untuk merumuskan program kerja yang realistis dan memiliki dampak langsung kepada masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Terakhir, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan akan terus membuka ruang kerja sama yang luas dengan seluruh organisasi keagamaan, termasuk Muslimat NU. Tujuannya tunggal, yakni bersama-sama mewujudkan Papua Tengah yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan.(amd)