DOGIYAI – Dalam sistim struktur birokasi, hal itu  memang sudah biasa  dan itu wajar,  jabatan yang diberikan itu atas dasar  kepercayaan  akan kepampuan seseorang dan bukan atas dasar kasihan karena yang bersangkutan   orang kamu atau orang Mapia  (Kamapi).Disamping itu memang teruji kemampuannya, entah  pegawai negeri sipil (PS ), pendidik  guru  kesehatan sebagai pihak yang punya  peran yang punya tanggungjawab besar  itu . Hal demikian dikemukakan Bupati Dogiyai, Drs.Thomas Tigi, saat melantik  pejabat  eselon  II dan III  yang bertempat  di aula Koteka dan Moge  Distrik Kamu Moanemani.Ungkap Bupati Dogiyai, maju mundurnya pembangunan di Kabupaten Dogiyai, sudah barang tentu melalui kepercayaan dan kemamuanya, dedikasi serta pengabdikan kepada masyrakat dan itu   sangatlah penting dan semustinya diutamakan.Bupati Dogiyai menegaskan, bila  pejabaAt Dogiyai  boros atau  tak masuk kantor  tiga hari karender  kerja maka jabatannya dicopot dan diganti.Oleh karenanya, Bupati Drs.Thomas Tigi minta kepada  PNS  yang anak  istrinya masih saja  berada di Nabire mesti  ajak  mereka  naik ditempat tugas  yakni di Dogiyai.Bupati berpesan, boleh saja  keluar  karena itu  memang hal  mendadak dan penting, namun  mesti  ada  pegawai  yang  melakukan aktivitas  jaga dikantor, sehingga  pola  pelayanan  prima  kepada  masyrakat  tetap berjalan.“PNS tidak boleh  meninggalkan tugas  tanpa alas an, apalagi bila  Bupati dan wakil Bupati  keluar, .Kepala Dinas, Badan  dan Kantor pun turun keluar,” katanya.Tandasnya, PNS harus memiliki  tanggungjawab yang besar apaa lagi PNS putra asli KAMAPI, perlu sekali disadarkan bahwa maju mundurnya daerah ini ditangan mereka.PNS yang mempunyai kedudukann mesti pengaruh dilingkungannya. Mengupakayan dengan tulus hati setiap langkah  PNS untuk menyadari sisi kuat dan sisi lemah sehingga terhindar dari  kekeliruannya.Menurut Bupati, prinsip dasar  pembangunan adalah seseorang saat berkeinginan  menjadi  pemimpin, dia  harus mempunyai kepedulian yang tinggi  terhadap masyrakatnya .Agar bebas keluar dari cengkraman apatisme yang keliru  berdasarkan kerja keras yang telah dicapainya.“Dengan kepedulian yang amat besar, tanpa henti memperhatikan warganya, dan warga merasa  diperhatikan, diayomi,  dilindungi dan dibimbing merebut satu tanda.Mungkin, kata yang paling tepat untuk mewakili kata itu adalah  kepekaan.Sejauh mana orang peka terhadap  gejala  di daerah yang di pimpinnya,” pungkasnya. (donates degei)