NABIRE – Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Moanemani Dogiyai habis bulan habis gaji dan terpaksa IRT PNS Dogiyai yang keluarganya masih tinggal di Nabire ini hanya mampu membeli beras literan.Hingga berita ini ditulis, PNS Dogiyai yang bersangkutan masih saja belum bisa menerima jatah beras mereka, baik itu di kabupaten Dogiyai maupun di PD Irian Bakti Kota Lama Kabupaten Nabire. Data dan hasil pantauan media ini, PNS Dogiyai ini rajin sekali datang ke kantor Irian Bhakti Nabire untuk menanyakan kepada petugas PD Irian Bakti terkait jatah beras PNS, tentunya disertai pengantar dari kantor yang bersangkutan. Sudah empat bulan, sejak bulan Juni, Juli  Agustus sampai September, belum bisa ambil jatah beras PNS. Jadi pertanyaan sekarang, alasan apa pemerintah masih berutang ke pihak Dolog Nabire, sehingga jatah beras PNS Dogiyai belum bisa antar ke PD Irian Bhakti Nabire.diindikasi petugas malas masuk kantor, karena kondisi pemerintahan Dogiyai yang demikian. PNS Dogiyai masih belum mengetahuinya ada pengumuman di kantor PD Irian Bakti Nabire. Intinya jatah beras untuk PNS Dogiyai belum masuk.Ibu rumah tangga PNS Dogiyai ini mengeluh dan terpaksa membeli beras literan, padahal ada jatah beras untuk mereka, ujarnya di Nabire belum lama ini.Dan dia mengaku, di rumah mesti ada beras seperti di Nabire dari pada sayur dan lauk. Rata-rata PNS di Dogiyai kesulitan untuk mendapatkan beras, karena jatah mereka tidak diterima hingga memasuki bulan yang keempat. “Dogiyai mesti taman padi supaya ada beras intinya,” tandasnya seraya berharap banyak tindakan dan sikap Pemkab Dogiyai terkait itu. (donatus degei)