BKPSDM Dogiyai Gelar Sosialisasi Manajemen Talenta dan Digitalisasi Arsip ASN

NABIRE – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dogiyai menggelar sosialisasi dan pendampingan Manajemen Talenta, E-Kinerja, Disparitas Data Kepegawaian serta layanan Document Management System (DMS) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula RRI Nabire selama sepekan, mulai 31 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Sosialisasi yang digelar Selasa (4/8/2026) ini diikuti hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Peserta terdiri dari pejabat dan operator yang menangani kepegawaian, disparitas data serta pengelola kinerja ASN.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Dogiyai, Yohan Kegakoto, S.Sos., M.AP, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap sistem manajemen talenta yang kini menjadi dasar pengelolaan karier pegawai.
Menurutnya, sistem ini akan mempermudah berbagai layanan kepegawaian, mulai dari promosi jabatan, kenaikan pangkat, mutasi, hingga proses pensiun.
“Sistem ini ibarat lemari digital bagi ASN. Di dalamnya tersimpan database pegawai, rekam jejak, serta berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk manajemen talenta, kenaikan pangkat, mutasi hingga pengurusan pensiun,” ujar Yohan.
Ia menjelaskan, melalui sistem tersebut setiap ASN memiliki data pribadi yang tersimpan secara digital dan dapat diakses dengan lebih mudah. Kelengkapan dokumen administrasi, termasuk persyaratan kenaikan pangkat, juga dapat dipenuhi secara elektronik dari mana saja.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh ASN melakukan pembaruan biodata pada aplikasi myASN. Data tersebut selanjutnya akan terintegrasi dengan Document Management System (DMS) yang berfungsi sebagai arsip digital bagi setiap pegawai.
Dengan sistem tersebut, data kepegawaian diharapkan tersimpan lebih aman dan mudah diakses saat dibutuhkan. Yohan menambahkan, keberadaan arsip digital juga menjadi langkah antisipasi terhadap risiko hilangnya dokumen akibat bencana maupun gangguan keamanan.
Menurutnya, kondisi keamanan di Dogiyai yang dalam beberapa kesempatan diwarnai kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum maupun kantor pemerintahan pernah menyebabkan sejumlah arsip penting ikut terbakar. Melalui digitalisasi dokumen, risiko kehilangan data dapat diminimalkan.
“Selain mengantisipasi faktor alam maupun gangguan keamanan yang dapat menyebabkan arsip rusak atau hilang, sistem ini memastikan seluruh data ASN tersimpan aman dan mudah diperoleh kapan pun diperlukan,” katanya.
Usai sosialisasi, seluruh peserta diberikan waktu selama enam hari untuk melakukan perbaikan dan pemutakhiran data pada OPD masing-masing. Selanjutnya, BKPSDM akan melakukan proses profiling berdasarkan hasil pembaruan data tersebut sebagai bagian dari implementasi manajemen talenta ASN. (amd)
Bagikan artikel ini



