Kapolres Nabire Tekankan Nilai Pancasila dan Persatuan
“Sebagai anggota Polri, kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

NABIRE - Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila, persatuan dan keberagaman dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Penegasan itu disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), di Lapangan Apel Polres Nabire.
Dalam arahannya, Kapolres Nabire mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa sekaligus pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sebagai anggota Polri, kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi Kabupaten Nabire yang memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, agama dan budaya yang beragam harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memicu perpecahan, konflik maupun gangguan keamanan.
Karena itu, Kapolres Nabire memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel Polres Nabire. Pertama, seluruh anggota diminta memegang teguh Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Personel juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh paham, provokasi maupun informasi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Kedua, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Pelayanan kepada masyarakat harus diberikan tanpa membedakan suku, agama, ras, kelompok maupun status sosial.
“Layani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, kelompok maupun status sosial. Hadirkan Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan yang humanis, tetapi tetap tegas dalam menegakkan hukum,” ujarnya.
Ketiga, Kapolres meminta seluruh jajaran menjaga persatuan dan kedamaian di Kabupaten Nabire. Fungsi Intelkam, Binmas, Samapta, Reskrim, Lantas hingga jajaran Polsek diperintahkan untuk terus meningkatkan deteksi dini serta membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan berbagai elemen masyarakat.
Setiap potensi persoalan, kata dia, harus ditangani sejak dini melalui komunikasi, koordinasi dan pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal serta ketentuan hukum yang berlaku.
Keempat, seluruh personel dan keluarga besar Polres Nabire diingatkan agar bijak menggunakan media sosial. Kapolres meminta anggotanya tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya serta menghindari ujaran kebencian, provokasi dan konten yang berpotensi memicu perpecahan.
“Sebagai anggota Polri, kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi bagian dari permasalahan,” tegasnya.
Kelima, Kapolres menekankan pentingnya disiplin dan menghindari berbagai bentuk pelanggaran. Menurutnya, pengamalan nilai Pancasila harus dimulai dari diri setiap anggota Polri.
Ia secara tegas mengingatkan personel agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, kekerasan berlebihan, penyalahgunaan kewenangan maupun tindakan lain yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Nilai Pancasila harus dimulai dari diri kita sendiri. Tidak mungkin kita mengajak masyarakat untuk taat hukum apabila kita sendiri melakukan pelanggaran,” katanya.
Menutup arahannya, AKBP Samuel Tatiratu mengajak seluruh personel Polres Nabire menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Ia berharap seluruh personel dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman serta menciptakan keamanan dan kedamaian di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Nabire.
“Mari kita jaga Nabire bersama-sama agar tetap aman, damai dan kondusif, karena keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama dan menjadi modal utama bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kapolres kemudian menutup arahannya dengan pesan,
“Pancasila Perekat Bangsa, Indonesia Bersatu, Nabire Aman dan Damai,” pungkasnya. (luk)
Bagikan artikel ini




