Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Nabire Rayakan HUT XIV
NABIRE - Bertempat di aula Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Senin (21/7) Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) merayakan HUT XIV. Perayaan HUT IAD di wilayah Daerah Nabire, ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua IAD Daerah Nabire, Ny. Ivenny Pelapori Banjar Nahor. Dalam s
Bagikan
NABIRE - Bertempat di aula Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Senin (21/7) Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) merayakan HUT XIV. Perayaan HUT IAD di wilayah Daerah Nabire, ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua IAD Daerah Nabire, Ny. Ivenny Pelapori Banjar Nahor.
Dalam sambutan tertulis Ketua Umum IAD, Ny. Asminar Basrief Arif yang dibacakan Ketua IAD Daerah Nabire, Ny. Ivenny Pelapori Banjar Nahor mengatakan, walaupun peringatan ulang tahun IAD tahun ini bersamaan dengan kewajiban kita sebagai umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa, namun dirinya yakin dan percaya hal ini tidak akan menyurutkan semangat. Apalagi mengurangi makna untuk memperingati HUT IAD ini.
Bahkan, katanya, pada bulan Ramadhan ini diharapkan kita dapat mempertebal keimanan dengan meningkatkan kualitas ibadah, aural, serta pengabdian kita kepada keluarga, organisasi dan masyarakat. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini dirinya menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa.
Lanjutnya, pada usia ke-14, IAD sudah mulai beranjak remaja, sudah menuju proses pendewasaan diri untuk mencapai satu perkumpulan yang semakin solid. Oleh karena itu Ikatan Adhyaksa Dharmakarini mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan eksistensinya. Serta harus dapat memberdayakan dan memaksimalkan anggota yang ada, termasuk anggota kehormatan.
Dirinyapun berharap kepada anggota kehormatan atau sesepuh untuk selalu memberikan masukan positif untuk kemajuan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan perkumpulan dalam bidang, sosial dan kemanusiaan, sekaligus mendukung juga suami dalam penegakan hukum.
Peringatan tahun ini disepakati mengangkat tema, “Melalui HUT XIV Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Tahun 2014, Kita Tingkatkan Keharmonisan Keluarga Dan Soliditas Anggota Untuk Mendukung Kinerja Kejaksaan RI". Tema tersebut dapat dimaknai dan diresapi secara mendalam bahwa peran serta, eksistensi dan fungsi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dalam mensukseskan tugas suami sebagai penegak hukum, senantiasa dinantikan dan diperlukan. Ini bukan berarti ikut serta atau mencampuri tugas suami secara tehnis, melainkan berperan dalam menjaga moral, semangat, martabat suami untuk bekerja sesuai dengan aturan, baik yang tersurat maupun tersirat dalam peraturan perundang undangan, kode etik atau etika profesi.
Juga dengan memperhatikan kepatutan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya, agama dan Pancasila. Dengan demikian, dukungan dan peran isteri sangatlah dibutuhkan oleh suami dalam mengemban visi dan misi luhur penegakan hukum.
Selain itu, tidak kalah pentingnya, perlunya kita membangun fondasi yang kuat dan baik dalam kehidupan berkeluarga serta menjaga keharmonisan dalam berumah tangga. Sebagai penyeimbang yang cerdas agar dapat diandalkan dalam kehidupan berkeluarga, berorganisasi dan bermasyarakat.
Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam suatu tatanan masyarakat yang terbentuk melalui ikatan perkawinan yang sah menurut aturan agama dan negara. Agar tercapai keluarga yang bahagia dan harmonis seperti yang diharapkan setiap orang, tidak dapat dilepaskan dari peran suami dan isteri dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, dan fungsinya. Sesungguhnya, dalam kehidupan berumah tangga, isteri mempunyai peran yang sangat mulia yaitu tempat berlabuh bagi suami dan anak-anak dalam suka dan duka. Selain itu, isteri mempunyai kewajiban untuk mendidik dan mempersiapkan putra-putri agar menjadi anak yang mandiri, cerdas, tangguh dan berakhlak mulia. Karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa, dan merupakan asset yang berharga serta mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
“Dalam membina rumah tangga yang harmonis, bahagia dan berkualitas, diperlukan pemahaman dari diri kita dalam menjalankan setiap peran dengan mempunyai konsep pengendalian diri yang baik dari setiap individu. Apabila peran ini dijalankan secara serasi, selaras dan seimbang, Insya Allah akan tercapai keluarga yang sejahtera lahir dan batin,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya selaku Ketua Umum IAD berharap agar setiap anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini hendaknya menyadari hal tersebut dan menjadikannya sebagai tonggak pemikiran. Bahwa keutuhan dan kerukunan keluarga dapat tercipta apabila ada pengertian yang harmonis, komunikasi yang baik. Sehingga dapat saling memahami, saling menghormati, saling mengasihi, dan tentunya saling menyayangi.
Sementara itu, Pembina/Pernasehat Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Nabire, T. Banjar Nahor, SH dalam sambutannya mengatakan, pada puncak peringatan IAD ke–XIV Tahun 2014, seluruh anggota IAD Daerah Nabire semakin kompak dan solid. Dan sebagai Anggota IAD Daerah Nabire, tentunya harus mendukung suami dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Hindari persaingan-persaingan yang tidak sehat dalam dalam mendukung tugas suami, serta tetap menjaga keharmonisan dalam berumah tangga. (cad)
Bagikan artikel ini



