NABIRE - Pengurus daerah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dan Wanita Buddhis Indonesia (WBI), Provinsi Papua Tengah (PPT) terbentuk seiring terbentuknya daerah otonomi baru, yaitu PPT, tepatnya pada 4 Oktober 2024, sesuai dengan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat MBI dan WBI.

Seperti dikatakan Ketua Pengurus Daerah MBI Provinsi Papua Tengah, Suiranto, melalui pesan WhatsApp (WA), Selasa (15/10/2024), di usia yang kesati ini ada beberapa hal yang telah kami lakukan sebagai upaya dalam mendukung pembangunan dan kemasyarakatan, diantaranya pada November 2023 dan ditandatangani MoU dengan Klinik Kartika terkait pelayanan kesehatan, khususnya bagi umat Buddha di Papua Tengah.

"Tidak hanya terbatas untuk kalangan umat Buddha, karena meskipun kami adalah organisasi keagamaan, namun kami juga punya fungsi sosial dalam keorganisasian," ucapnya.

Pada Mei 2024 lalu melihat rendahnya tingkat daya beli masyarakat menjelang Waisak, pihaknya menyelenggarakan Baksos Sembako murah di seluruh Wihara dan setia dibawah binaan Pengurus Daerah MBI Papua Tengah dan kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di Nabire dan Timika.

"Kami juga melaksanakan kegiatan peduli lingkungan dengan menyelenggarakan bersih-bersih pantai dan yang paling terbaru adalah kami menyelenggaran kegiatan peduli stunting yang telah kami laksanakan secara konsisten, dan telah kami buat untuk kelima kalinya, selama 5 bulan berturut-turut di Nabire dan Timika," ujarnya.

Di usia yang pertama ini juga MBI dan WBI terus berupaya menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama melalui aksi nyata, kunjungan ke gereja, masjid dan pura sebagai bentuk komunikasi dan ajangsana (silahturahmi) sembari memberi ucapan selamat hari raya, adalah upaya nyata untuk mempererat hubungan antar umat beragama.

"Kami juga selalu mendapat kunjungan yang sama menjelang Hari Raya Waisak dari saudara-saudara Nasrani dan Hindu untuk memberi ucapan selamat hari raya kepada kami," ungkapnya.

Aksi berbagi takjil gratis pada bulan puasa menjadi agenda rutin tiap tahun, semua ini adalah upaya pihaknya untuk mempererat hubungan antar umat beragama.

"Harapan kami di usia yang 1 ini kehadiran pengurus daerah MBI dan WBI Papua Tengah, dapat terus memberikan kebaikan dan toleransi bagi umat beragama di Papua Tengah, dan tidak kalah penting adalah kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi sesama manusia khususnya masyarakat di Papua Tengah, dan tentu saja kami sangat berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah," pungkasnya.(edi)