Harga Diri Orang Dogiyai Tak Pernah Dijualbelikan
NABIRE – Calon kandidat bupati siapa saja boleh mengajak komponen masyarakat manapun untuk mendukungnya saat pemilihan mendatang, tetapi tidak dengan mengaku-ngaku dari sini, khususnya berasal dari Dogiyai demi kepentingan politik. Sebab orang Dogiyai tidak pernah menjual h
Bagikan
NABIRE – Calon kandidat bupati siapa saja boleh mengajak komponen masyarakat manapun untuk mendukungnya saat pemilihan mendatang, tetapi tidak dengan mengaku-ngaku dari sini, khususnya berasal dari Dogiyai demi kepentingan politik. Sebab orang Dogiyai tidak pernah menjual harga diri demi kepentingan politik kepada siapapun.
Penegasan tersebut disampaikan Mathias Pigay, S.Sos.,M.Si di ruang kerjanya, Kamis (11/6) mencermati siasat politik yang sering dipakai segelintir orang untuk menarik simpati dukungan dari orang Dogiyai menghadapi pemilihan, baik itu Pemilu Legislatif maupun pemilihan kepala daerah.Legislator Kabupaten Nabire ini mengatakan ada kecenderungan segelintir mengaku diri berasal dari Dogiyai padahal secara de facto yang bersangkutan bukan orang Dogiyai. Mengaku diri orang Dogiyai hanya karena adanya marga yang sama di Dogiyai sehingga mengaku berasal dari salah satu kampung di wilayah Kabupaten Dogiyai. Padahal orang Dogiyai mengenal yang bersangkutan bukan orang asli Dogiyai.Putera asal Dogiyai yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire ini mengatakan merasa hatinya terpukul dengan ulah segelintir orang yang suka menamakan diri orang Dogiyai untuk kepentingan politik. Sebagai anak asli Dogiyai merasa terpukul, karena ini menyangkut harga diri orang Dogiyai. “Harga diri orang Dogiyai tidak pernah jual kepada siapapun demi kepentingan politk,” katanya bernada kesal dengan ulah segelintir orang.Ia menambahkan, soal politik silahkan, karena setiap orang punya hak tetapi jangan mempermainkan harga diri orang Dogiyai dengan mengaku-ngaku diri asli Dogiyai padahal nyata-nyatanya bukan orang asli orang Dogiyai.Menyangkut kepentingan politik khususnya dukungan suara pada saat pemilihan, Pigay menegaskan kembalikan haknya kepada orang asli Dogiyai yang punya hak suara di Kabupaten Nabire saat pemungutan suara setiap pelaksanaan Pemilu. (ans)
Bagikan artikel ini



