Hadirkan Pusat Layanan Anak Berkebutuhan Khusus, Maria Yeti Saputri Kapitarauw: Harapan Baru untuk Mereka

NABIRE - Hadirnya Terapi Matahari, Pusat Layanan anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, diharapkan memberikan harapan baru untuk anak-anak berkebutuhan khusus, terkhususnya di Nabire dan tanah Papua umumnya.
Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, Maria Yeti Saputri Kapitarauw, S.Sos., MM,AWP, mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas berkat bangunan pusat layanan anak berkebutuhan khusus, yang merupakan satu-satunya berada di Papua. Di mana biasanya anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus atau difabel harus menterapinya keluar daerah.

Maria menyampaikan, dengan kehadiran pusat layanan anak berkebutuhan khusus, memberikan kemudahan kepada teman-teman yang memiliki berkebutuhan khusus atau orang-orang difabel di Nabire dan tanah Papua, untuk mendapatkan terapi.
"Kami membuka layanan ini dari jam 9.30 WIT sampai dengan 17.00 WIT, jadi kami memberikan terapi gratis untuk Orang Asli Papua (OAP), yang tidak mampu dan bagi masyarakat apa pun kondisinya terutama disabilitas fisik dan disabilitas mental," ujar Maria dalam wawancaranya di peresmian bangunan pusat layanan anak berkebutuhan khusus, Sabtu (7/2/2026).

Ia mengatakan, pelayanan yang berada di pusat layanan anak berkebutuhan khusus ini ada untuk anak yang autis dan downsyndrom, hiperaktif dan menyediakan layanan terapi wicara, tunarungu dan bisu tuli. Menyediakan hypnotherapy psikologi, untuk orang-orang yang mengalami gangguan mental atau gangguan jiwa, di mana orang membutuhkan tempat untuk melepaskan energi negatif atau stress, agar supaya tidak menjadi lebih parah.

"Tempat dan layanan berkebutuhan khusus ini agar mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, melalui dinas-dinas terkait supaya layanan kepada masyarakat ini lebih maksimal," ungkapnya.
Maria menjelaskan, di sekolah matahari ada 106 anak, 35 di antaranya dari kabupaten Intan Jaya dan sekitar 71 anak yang berada di sekitar Kabupaten Nabire. Rata-rata memang 90 persen OAP dan sebagian besar anak berkebutuhan khusus yang mana tidak bisa diterima di sekolah umum.
Sementara itu, Kasubag Tatausaha Dinkes Papua Tengah, Dinas kesehatan Papua Tengah, Budiono, S.Kep, Ns menyampaikan apresiasi kepada yayasan difabel karena membuka bagi anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus, karena tidak semua bisa dan mau.

Dalam hal ini pemerintah memberikan perhatian khusus agar tempat ini, berkembang lebih baik lagi.
"Bagaimanapun layanan seperti ini sangat dibutuhkan di mana saja, termasuk saya sendiri karena telah tertolong oleh lembaga seperti ini. Karena itu di Nabire dan saya pikir sama dengan saya, akan membantu banyak orang lagi. Orang-orang atau keluarga yang harus dididik secara khusus," ucapnya.

Ia menambahkan sehingga mereka tetap memiliki tempat dan mempunyai masa depan dan sama dengan anak-anak yang lain.(edi)
Bagikan artikel ini



