Gubernur Meki : Kondisi Puncak Jaya Mulai Aman
NABIRE - Pasca Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si memediasi (pertemukan) kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Puncak Jaya di kantor Gubernur, Senin (10/3/25) lalu, kondisi Mulia ibu kota Kabupaten Puncak Jaya mulai aman.

NABIRE - Pasca Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si memediasi (pertemukan) kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Puncak Jaya di kantor Gubernur, Senin (10/3/25) lalu, kondisi Mulia ibu kota Kabupaten Puncak Jaya mulai aman.
Hal itu disampaikan Gubernur Meki kepada wartawan di rumah dinas, Rabu (12/3/25) sebelum dirinya bertolak ke Jakarta guna mengikuti rapat bersama manajemen Bank Papua.
“Puncak Jaya mulai aman. Kita berdoa hari ini KPU RI akan melakukan perhitungan ulang di Jakarta,” ujar Gubernur Meki kepada wartawan.
Dikatakan Meki, pemerintah provinsi tetap konsisten untuk mengembalikan stabilitas keamanan di Punjak Jaya tetap terjaga seperti sedia kala.
“Yang penting adalah Puncak Jaya sudah aman. Itu dulu, yang lain—lain kita (pemerintah, red) akan atur,” kata Meki.
Dalam kerangka menjaga dan memelihara setabilitas keamanan di Puncak Jaya agar tetap aman dan terkendali pasca perhitungan perolehan suara ulang oleh KPU RI, Meki mengatakan, pihaknya akan memanggil masing-masing pasangan calon.
“Setelah kita tahu siapa yang menang, siapa yang kalah kita akan panggil kandidat. Tidak boleh ada gerakan tambahan,” tegas Meki.
Lantas ditegaskan Meki, sudah cukup gegara konflik politik di Puncak Jaya telah mengorbankan banyak rakyat, kegiatan ibadah di gereja tidak jalan, kegiatan belajar mengajar terhenti. Bahkan Mulia ibu kota Kabupaten Puncak Jaya lumpuh total.
“Tidak boleh ada gerakan tambahan, cukup orang meninggal, cukup anak-anak tidak sekolah, cukup gereja tidak buka, pelayanan tidak jalan, dan Mulia jadi kota mati,” tegas Meki.
Meki berharap, aktivitas masyarakat, pelayanan umum di puncak Jaya harus pulih dan kembali berjalan normal seperti sebelumnya.
“Siapun yang mau jadi bupati itu garis tangan Tuhan. Jadi kita hanya berharap supaya sekolah bisa jalan, gereja bisa normal, kota bisa bangun dan terima kasih hari ini sudah muli normal di Puncak Jaya,” akunya.
Upaya pemulihan dan merawat stabilatas keamanan daerah di Puncak Jaya, Gubernur Papua Tengah berencana berkantor di Puncak Jaya selama tiga hari. Terhitung sejak tanggal 21 Maret mendatang.
“Saya mulai tanggal 21 saya ke Puncak Jaya berkantor tiga hari. Sekaligus lihat rumah-rumah yang dibakar dan kembalikan pengungsi, dan kita akan bicara dengan bupati terpilih untuk bagimana kita melakukan pembangunan kembali,” pukasnya. (you)
Bagikan artikel ini



