Gubernur Hadiri Ibadah Pembukaan Pembekalan dan Retret PW GKI se-Tanah Papua
NABIRE - Ibadah pembukaan Pembekalan dan Retret Persatuan Wanita (PW) Gereja Kristen Injili (GKI) se-Tanah Papua dihadiri oleh Gubernur, Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley di Halaman GKI Tabernakel Oyehe, Nabire Papua Tengah, Jumat (13/06/2025) pukul 16.00 WIT.

NABIRE - Ibadah pembukaan Pembekalan dan Retret Persatuan Wanita (PW) Gereja Kristen Injili (GKI) se-Tanah Papua dihadiri oleh Gubernur, Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley di Halaman GKI Tabernakel Oyehe, Nabire Papua Tengah, Jumat (13/06/2025) pukul 16.00 WIT.
Meskipun diguyur hujan pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut, namun Gubernur dan Ibu Gubernur seberta Wakil Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah tetap menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan PW GKI se-tanah Papua dengan penuh khidmat dan penuh syukur.
Dari total 70 klasis yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baru hadir sebanyak 57 klasis dalam ibadah pembukaan itu. Sisanya akan menyesuaikan, sebab adanya kendala dalam transportasi ke Nabire Papua Tengah.
Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa dalam sambutannya, mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir berbicara tentang bagaimana menggerakan perempuan-perempuan di atas tanah ini.
Ia juga menyoroti tentang rumah-rumah tangga yang mana sampai saat ini masih ada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, Gubernur Papua Tengah menegaskan, ini bukan budaya orang asli Papua. "Karena orang Papua dan siapa saja dia, laki-laki harus bertanggung jawab dengan keluarganya," tegas Meki Nawipa.
Tema diangkat dalam kegiatan ini ‘Kasih Kristus Menggerakan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan. Menanggapi tema itu, Meki Nawipa menegaskan, ini bukan sekedar kalimat indah, tetapi ini merupakan panggilan iman kepada kita semua, baik gereja maupun pemerintah, dipanggil untuk menghadirkan damai dan keadilan Tuhan di tengah dunia yang sedang luka.
Sedangkan, sub tema ‘Kasih Kristus Membangun Sinergitas Sebagai PW GKI se-Tanah Papua Untuk Melahirkan Budaya Baru Dalam Nilai Kesehatian, Kesetiaan dan Ketaatan Iman". Meki Nawipa menerangkan, kita sedang memberi pesan dan kita sedang bergerak ke arah pembaharuan budaya, yaitu budaya kasih.

Ia juga mengaku percaya kepada perempuan-perempuan dalam pelayanannya yang sangat luar biasa. "Ibu-ibu adalah penopang keluarga, penggerak gereja bahkan agen perubahan di tengah Masyarakat," tambahnya.
Gubernur Papua Tengah menambahkan, dalam konteks Papua Tengah dan tanah Papua secara keseluruhan, perempuan dalam gereja harus perkuat untuk dihargai dan diberi ruang seluas-luasnya. Ia juga mengatakan perempuan-perempuan GKI adalah tiang doa dan tiang moral di rumah, gereja bahkan dalam kehidupan berbangsa.
"Karena itu saya percaya melalui kegiatan retret akan lahir semangat baru untuk memperkuat pelayanan, membangun komunitas yang saling menopang dan tentu saja menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat terutama di tanah Papua," imbuhnya.
Gubernur Meki Nawipa kembali menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka ruang kerja sama yang luas dengan gereja, termasuk dengan Persekutuan Wanita GKI untuk memperkuat pembangunan karakter, pendidikan anak, pemberdayaan ekonomi keluarga dan penanganan isu-isu sosial lainnya.
"Kami sedang dorong di provinsi ini untuk konseling-konseling dalam gereja dan keluarga," tambahnya seraya berharap agar PW GKI juga bisa bergabung bersama-sama di pemerintahannya agar siap membackup.
"Yang penting masuk sampai kesendi-sendi keluarga, supaya keluarga itu ada restorasi dan perubahan sehingga anak-anak kita menjadi tuan di atas tanah ini," tutupnya.(joseph)
Bagikan artikel ini



