DOGIYAI – Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri, Kampung Bogiteugi Pona membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai.  Gedung SD dan fasilitas lainnya dikabarkan belum terlengkapi dengan baik. Hal ini disebabkan belum ada perhatian serius dari Pemda selama menjalankan aktivitas belajar mengajar. Enias Anou, Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD) Negeri, Kampung Bogiteugi Pona, kepada Media ini, Senin (11/7) di Moanemani, mengatakan, SDN Bogiyateugi adalah salah satu Sekolah Dasar Negeri yang terletak di Kampung Pona. Kampung Pona kadang biasa disebut sebagai nama umum, sedangkan kampung tersebut didalamnya ada sekitar tiga diantaranya Bogiyateugi, Makidimi, Tipaiyoweta. Kampung tersebut juga mendekati Kapiraya dan dibawah kendali Distrik Kamuu Selatan Kabupaten Dogiyai.“SDN Bogiyateugi adalah sekolah favorit, milik anak-anak ke 4 kampung yang ada di selatan Ogeiye. Dan juga sekolah ini adalah satu-satunya sekolah milik Pemda Dogiyai. Sehingga, sekolah tersebut juga berada di daerah terpencil dan musti perhatian penuh oleh Pemda dalam hal ini dinas terkait demi menunjang terlaksananya proses kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.Dia menyebutkan, fasilitas gedung sekolah disana belum maksimal terlengkapi. Gedung yang ada juga hanya 3 ruang kelas, sedangkan fasilatas gedung lain belum ada termasuk perumahan guru.“Ruangan kelas yang ada ini pun terus berupaya keras dari dewan guru yang telah menamatkan. Kami tidak bilang lagi rumah guru, sebab selama ini pihaknya bertugas biasa mengintip di masyarakat,” katanya.Sehingga, kata dia, pihaknya sangat mengeluh dan mengharapkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait segera meninjau dan perhatian sekolah ini.“Untuk melaksanakan tugas dengan betah disana, sebab yang menjadi kebutuhan utama di daerah terpencil adalah perumahan guru ini dinas terkait untuk memperhatikan hal ini agar melaksanakan kegiatan belajar mengajar disana lancar seperti sekolah lain,” ungkap dengan nada kecewa.“Kami juga sangat mengharapkan dinas terkait untuk penambahan ruangan dan perumahan guru. Sebab selama ini setelah pendirian sekolah hingga sampai saat ini tidak pernah diperuntukan penambahan ruangan atau kelas maupun perumahan guru,” lanjutnya.Dia mengaku, selama ini melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pihaknya menggunakan 3 ruangan saja. Dari tiga ruangan itu, kelas 1, 2 dan 3 menggunakan satu ruangan. Sedangkan kelas 4 dan 5 menggunakan satu ruangan lagi kemudian untuk kelas 6 menggunakan satu ruangan.“Untuk itu, kami sangat mengharapkan Pemda sebab pengalaman tahun-tahun sebelumnya selalu lebih fokus perhatian dari dinas ke sekolah-sekolah yang ada di pinggir-pinggir kota sedangkan kami yang di daerah terpencil (Ogeiye) dianaktirikan. Hal itu juga sudah terbukti selama pergatian kepala sekolah yang berturut–turut 4 kali, tidak ada perumahan maupun penambahan ruangan. Sehingga saya juga sebagai kepala sekolah yang baru menjabat sangat mengeluh dan menyesal keberadaan gedung sekolah dan fasilitas lainnya ini,” tuturnya.Untuk itu, dia mengharapkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini juga kepada Dinas P dan K lebih serius menangani sekolah–sekolah yang berada di daerah terpencil. Lebih khususnya kepada Gedung Sekolah SD Bogiteugi.(gus)