Forum Intelektual Provinsi Papua Tengah Gelar Aksi Demo
NABIRE - Forum intelektual mahasiswa Provinsi Papua Tengah menggelar aksi demo damai di Bandara lama Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Selasa (14/01/2025) pukul 10:30 WIT.

NABIRE - Forum intelektual mahasiswa Provinsi Papua Tengah menggelar aksi demo damai di Bandara lama Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Selasa (14/01/2025) pukul 10:30 WIT. Aksi mahasiswa Papua Tengah untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Dalam aspirasinya, ketua koordinator aksi, Yekson Panimet mengatakan, hari ini digelarnya aksi untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. “Mari saudara saudara, kita satukan suara, untuk memajukan Papua Tengah sekarang,” kata dia.
“Kami yang berada di sini ingin menyampaikan apa yang dikeluhkesahkan oleh masyarakat yang berada di delapan kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah. Kami harap aspirasi kami didengar oleh pemerintah yang ada di Provinsi Papua Tengah ini,” tuturnya.
Orasi dari salah satu perwakilan Kabupaten Puncak Jaya menyebutkan terkait DPRK. “Terimakasih kepada pihak Panitia Seleksi (Pansel) DPRK yang sudah menerima kita kami di sini. Kami berdiri di sini untuk meminta aturan yang tidak layak yang dijalankan Ketua Pansel selaku penjabat aturan, sehingga kami meminta anggota yang aktif dalam CPNS tidak bisa mendaftar kenapa bisa diloloskan dalam DPRP dan DPRD, kami datang di sini meminta kepada Ketua Pansel untuk melihat seleksi peserta DPRP sesuai undang yang berlalu, karena nama-nama yang masuk itu masih aktif CPNS dan dari partai politik,” katanya.
Untuk itu, mereka meminta kepada pihak Pansel kembali memeriksa berkas dan hal lainnya. “Kita akan kejar sampai kemana pun dan juga bapak harus tau yang mendaftarkan diri adalah anggota yang murni dan dia tidak terlibat dalam partai politik dan masih aktif CPNS,” ujarnya.
Sehingga, pihak Pansel diminta jujur dalam menjalankan tugasnya. “Anda yang membuat aturan dan anda sendiri yang langgar dan Pansel harus tahu kita berdiri di sini di lihat Tuhan, jadi hari ini kita menyuarakan untuk mereka yang lemah untuk untuk orangtua dan saudara,” tambahnya lagi.
Selanjutnya, orasi dari perwakilan Kabupaten Mimika menyinggung soal ada kemungkinan permainan elit politik didalam perekrutan DPRK atau DPRD tambahan kuota Otsus.

Dikatakan salah satu perwakilan, kita kumpul di sini untuk meminta penjelasan dari pihak Pansel. “Jadi kami meminta bapak lihat pasti Pansel sudah tau, kalaupun bapak tidak tau bapak bisa periksa dan mengecek kembali supaya bapak bisa tau ada kesalahan apa tidak, terimakasih itu saja yang saya sampaikan,” ucapnya.
Dari Perwakilan Kabupaten Dogiyai, berpendapat ada kepentingan politik tim seleksi yang menjatuh tanpa melihat dan meloloskan orang-orang yang haus akan kekuasaan. “Jadi kami minta bapak tolong selesaikan, masalah tersebut,” ujarnya.
Sama halnya dari Perwakilan Kabupaten Intan Jaya yang menyampaikan, bahwa Provinsi Papua Tengah adalah provinsi yang baru, sehingga tim seleksi memberikan contoh yang baik. “Bapaklah jadi contoh yang baik untuk Papua Tengah, oleh karena itu kami datang di sini untuk meminta bapak Pansel harus jujur dalam hal ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Imanuel Mote selaku Sekretaris Pansel Papua Tengah menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ketua Forum Intelektual Papua Tengah. “Saya mau sampaikan yang mengikuti seleksi ini berjumlah 104, setelah itu diverifikasi ada yang memenuhi syarat dan ada yang tidak memenuhi syarat,” katanya.
Untuk itu, lanjutnya, pihaknya memberikan keringanan dengan empat syarat dan mempermudah mereka, namum dengan 4 syarat itu kita verifikasi ada yang terlibat dalam partai politik dan yang masih aktif CPNS.
“Kita tes rekam jejak jadi yang terpilih sekarang itu hanya 33, jadi seandainya ada kekeliruan masih ada CPNS dan masih terlibat dalam partai politik, saya minta kepada saudara-saudara sekalian untuk mencari bukti yang valid. Kalau sudah ada bukti yang valid supaya bisa menjadi pegangan kuat untuk kita selesaikan dan jadi itu saja saya sampaikan. Di negara ini kita semua mempunyai hak pendapat serta berpolitik sekian dan terima kasih,” tutupnya.
Aspirasi berjalan dengan baik dan lancer serta ditutup dengan doa mahasiswa mengatasnamakan forum intelektual mahasiswa dan elemen masyarakat membubarkan diri dengan tertib, hingga kegiatan selesai.(feb)
Bagikan artikel ini



