DOGIYAI – Pemerintah Dogiyai mesti berpikir untuk menyiapkan masyarakat kedepan dan saat ini. Kerja mereka yang membutuhkan komunitas masyarakat Dogiyai yang ditantang untuk membuat perencanaan jangka panjang. Membangun solidaritas masyarakat bidang sosial ekonomi untuk menghadapi masa sulit yang terasa seperti saat ini. Hal seperti ini berdampak secara global, nasional dan daerah. Demikian diktakan Esau Magai, SIP kepada Papuapos Nabire, Rabu (5/4/21) di Nabire.

Mantan pegawai Bappeda Provinsi Papua selama delapan tahun ini mengatakan, persoalan di tengah masyarakat (kemiskinan) tak bisa diatasi semata soal ekonomi dan teknis. Tetapi lebih pada moral dan panggilan untuk membangun. Solidaritas dan pembangunan yang lebih pengalaman mengakomodasi kebutuhan nyata aspirasi masyarakat Dogiyai. 

Lebih lanjut dikatakan pegawai Bappeda Dogiyai ini, visi yang semata–mata ekonomi hanya diperuntukkan mendapakan keuntungan. Termasuk penambah harta sebagaimana kita saksikan di seantero nusantara juga dunia global ini. Hal semacam ini, menurut Esau Magai, tidak akan menjadi kontribusi positif pada pembangunan yang bertujuan untuk membangun kesejahteraan masyarakat. 

Saat ini pemerintah daerah dan provinsi juga pusat distribusi SDA yang adil. Terjamin kerja sosial ekonomi yang bermartabat. Hidup solider di tengah masyrakat.

Jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Silas Papare Japapura ini mengatakan, dorongan terbentuknya unit–unit usaha kecil, mengenah dan lokal. Perekonomian yang berjalan secara aktif prinsipnya tidak memperhatikan kesetaraan adalah tak berguna. Karena alasannya hanya akan menambah masalah sosial. Angkatan kerja dan lingkungan sekitar akan sangat berpengaruh. 

Angka pengangguran dan kemiskinan di Dogiyai dia berperinsip, pihaknya memiliki tanah lokasi. Soal tuntutan kerja melali OPD teknis, dana APBD pemerintah, OPD teknis membuka lapangan kerja. Mereka dilatih dan diberdayakan. 

“Tiga SKM Dogiyai dua dan Paniai dua pemerintah setempat bekali dana. Sekolah ini unggulan untuk buka lapangan kerja. Kerja fokus pemerintah derah dalam kondisi perekonomian kita ke depan. Sekolah seperti itu dibantu menciptakan pekerjaan sendiri. Tugas pemerintah daerah berdayakan sekolah komunitas dan masyarakat. Kami Bappeda Dogiyai membedah PK RT RW   2018 laporan pendahuluan 2014–2034, bila pemerintah daerah tidak memperhatikan hal seperti ini, atasi jauh hari kemiskinan dan pengangguran di daerah lima tahun kemudian,” paparnya. 

Persoalan ekonomi sangat menggaggu ketahanan keluarga daerah dan nasional. Pemerintah tidak boleh merampas energi generasi kedepan dan ekonomi kehidupan masyarakat. Roda ekonomi yang tidak mengakomodasi mereka, Esau berharap kepada pemerintah daerah uang yang ada untuk membangun dan mempersiapkan masyarakat dengan baik. Maksudnya roda ekonomi tidak mengakomodasi oleh mereka. Pengusaha local, pemerintah pemilik modal bekerja sama untuk membangun daerah. Demi kesejahteraan dan kemajuan bersama. Pemerintah derah wajib membangun unit kerja peternakan, perikanan, perkebunan di Dogiyai. Berbuat hal yang lestari ada bukti memberikan cotoh kepada masyarakat. Sayang karena Covid, DPRD, pemerintah dan masyarakat seakan putus dalam tugasnya. (don)