Enam Cabup Dogiyai Sedang Nantikan Penetapan Paslon
NABIRE – Sebanyak enam Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Nabire saat ini sedang menantikan (menunggu) penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai pada ajang 5 tahun serentak digulirkan bulan Februari 2017 mendatang. Hal ini seperti pendapat yang
Bagikan
NABIRE – Sebanyak enam Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Nabire saat ini sedang menantikan (menunggu) penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai pada ajang 5 tahun serentak digulirkan bulan Februari 2017 mendatang. Hal ini seperti pendapat yang disampaikan, Okto Tebai kader Golkar Kabupaten Dogiyai tadi malam.
Dikatakan Okto, Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati serentak gelombang kedua yang akan berlangsung di Februari 2017 di Papua ada 10 kabupaten dan 1 kota yang melaksanakan pesta demokrasi ini salah satunya Dogiyai. Ada hal yang menarik, katanya, ternyata 6 calon kandidat Bupati Dogiyai yaitu 5 calon kandidat diusung oleh partai politik dan seorang dari independen.Lanjutnya, dari Parpol diantaranya, Herman Auwe, Markus Waine, Yakobus Dumupa, Anton Iyowau, Apedius Mote dan dari perseorangan Fransisco Tebai. Keenam calon kandidat ini saat ini sama-sama menunggu penetapan Paslon. Sebelum KPU menetapkan Paslon ini, Okto Tebai melihat bahwa keenam pasangan kandidat ini adalah putra-putra terbaik dari Dogiyai dan mereka-mereka ini layak untuk memimpin di daerah ini, namun bila dilihat secara mendalam ke 6 Paslon ini hanya satu pasangan yang alam Dogiyai dan masyarakat Dogiyai suka. “Setelah KPU menetapkan Paslon nanti, kami pada prinsipnya siap menerima dan mari kita semua sama-sama bertarung dalam Pilkada Dogiyai tepatnya pada bulan Februari 2017 dengan jujur tanpa menjelekan satu sama lain. Sedangkan untuk siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang kalah, karena nasib kita ada di tangan rakyat. Rakyatlah yang menentukan sosok pemimpin yang siap memimpin di daerah ini untuk 5 tahun kedepan,” ujarnya. Dia menambahkan, jangan kita terlalu membuat isu-isu yang berlebihan dan tidak benar entah itu di media sosial, di media massa dan media-media lainnya. Biarlah rakyat yang memilih, kalau memang sekian banyak Paslon yang maju baik itu dari Parpoli maupun dari independen, kita persilahkan bertarung dengan pikiran akal sehat dan juga memberikan pendidikan politik yang terbaik kepada rakyat di daerah ini. “Saya sangat menginginkan Dogiyai menjadi contoh bagi kabupaten lain di Papua yang akan melaksanakan Pilkada Serentak tahap kedua tahun 2017 mendatang . Sehingga kita kembalikan semua itu kepada rakyat yang akan memilih dan siapapun dia yang terpilih itu merupakan pemimpin kita semua,” imbuhnya seraya berharap masyarakat nantinya memilih sesuai hati nurani untuk mencari pemimpin yang cocok di Kabupaten Dogiyai.(wan)
Bagikan artikel ini



