Empat Kampung di Siriwo Resmi Gabung ke Dogiyai
DOGIYAI - Melalui musyawarah dan mufakat bersama serta dituangkan dalam pernyataan sikap warga masyarakat adat wilayah Degeuwo, tepatnya pa
Bagikan
DOGIYAI - Melalui musyawarah dan mufakat bersama serta dituangkan dalam pernyataan sikap warga
masyarakat adat wilayah Degeuwo, tepatnya pada
Kamis pekan lalu, bertempat di
Kampung Pouto Distrik Siriwo Kabupaten Nabire telah resmi sebanyak empat (4)
kampung di Distrik Siriwo Kabupaten Nabire bergabung ke wilayah Pemerintahan
Kabupaten Dogiyai. Keempat kampung ini, diantaranya Kampung Epomani, Ugida,
Tibai dan Mabou. Pemindahan kampung-kampung itu ke wilayah tetangga Dogiyai secara resmi disepakati pada
tanggal 3 Maret 2018 kemarin. Melalui sebuah acara resmi yang digagas Bagian
Tata Pemerintahan (Tapem ) Setda Dogiyai. Dari pihak Pemkab Dogiyai yang diwakili langsung Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dan didamping
Kabag Tapem Lukas Wakei, S.IP, pada kesempatan itu menerima langsung pernyataan
sikap masyarakat adat wilayah Degeuwo yang diwakili Pendeta Obeth Magai, S.Th dan dalam pernyataan
masyarakat ini telah dibubui pula tanda tangan dari perwakilan intelektual
Degeuwo dan beberapa masyarakat adat
setempat dengan disaksikan langsung Muspida Kabupaten Dogiyai, pihak
warga adat dan gembala di Degeuwo. Kurang lebih ada delapan pernyataan sikap warga Degeuwo, diantaranya menyebutkan terkait tapal
batas dari kilometer 130 hingga Km 136 bergabung dengan pemerintah kabupaten
Dogiyai. “Kami resmi lepas dari wilayah
pelayanan pemerintahan kabupaten Nabire
dengan alasan jangkauan pemerintahan dari kabupaten Nabire cukup jauh. Selain itu, alasan lain infrastruktur daerah di bidang pendidikan dan kesehatan, seperti
Sekolah Dasar (SD), Puskesmas dan Pustu. Selanjutnya terkait perekonomian,
dimana hasil kebun warga Degeuwo bisa dipasarkan di Moanemani Dogiyai lantaran
jaraknya lebih dekat. Warga petani Diyaikunu hasil kebun bisa dijual di Pasar
Moanemani. Diluar menyangkut infrastruktur dasar pelayanan pemerintah bidang kesehatan dan pendidikan,
keempat kampung ini rentang kendali pelayanan publik lebih dekat dengan
Dogiyai, ketimbang Nabire dan untuk pemerintahan Distrik Degeuwo telah
ditetapkan melalui sidang DPRD Kabupaten Dogiyai yang lalu. Menyangkut hal ini, spontan Bupati Dogiyai meminta kepada warga Degeuwo khususnya anak asli
Degeuwo yang dinilai memenuhi syarat menjadi pegawai atau honorer, namanya
disampaikan kepada Bupati Dogiyai. Yakobus Dumapa, S.IP yang sedang serius program fokus soal tapal batas wilayah antara beberapa
pemerintah tetangga, seperti Pemkab Kaimana, Timika, Paniai, Deiyai dan Nabire
telah memerintahkan kepada Asisten II dan Bagian Tapem Setda Dogiyai untuk
melakukan survei darat agar secepatnya menentukan atau ditetapkan soal tapal
batas kabupaten Dogiyai dengan kabupaten lainnya di wilayah Papua bagian
tengah. (don)
Bagikan artikel ini



