DEIYAI – DPRD Kabupaten Deiyai melaui Ketua Fraksi PKB, Naftali Magai, S.Pd, mengharapkan eksekutif melalui dinas terkait dapat membangun akses jalan dan jembatan ke dua distrik yang letak ibukota distriknya jauh dari Waghete, yaitu akses jalan dan jembatan ke Distrik Kapiraya dan Distrik Bouwobado. 

“Selama ini belum ada akses jalan dan jembatan ke kedua distrik, Bouwobado dan Kapiraya. Sehingga warga dari kedua distrik sulit untuk menjual hasil kebunnya di Pasar Waghete. Kami minta eksekutif dapat segera bangun akses jalan dan jembatan sebagai sarana umum dari Waghete  ke kedua distrik tersebut,” katanya melalui rillisnya kepada media ini.

Dikatakan, akses jalan darat tembus dari Deiyai menuju ke Distrik Kapiraya, Pemda Deiyai melalui Dinas PU telah mulai kerja pekerjaan pembangunan akases jalan darat sejak tahun 2020 lalu. Namun pekerjaan pembangunannya hingga saat ini belum juga dilanjutkan.  Sedangkan akses jalan darat tembus dari Deiyai ke Distrik Bouwobado, pembangunan jalan belum juga. Padahal ini, jalan trans tembus dari Deiyai menuju ke Kabupaten Mimika, melewati Distrik Bouwobado. Dan juga akses jembatan yang menambungkan antara Waghete ke Bouwobado, mengalami kerusakan.  Maka perlu ada langkah selanjutnya dari Pemda Deiyai melalui dinas terkait untuk dapat memberi perhatian serius terhadap kondisi akses jalan dan jembatan untuk ke dua wilayah Distrik Kapiraya dan Bouwobado.

“Dana pembangunan sarana umum, akses jalan dan jembatan untuk kedua wilayah distrik ini dibutuhkan cukup besar.  Dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari provinsi dan pemerintah pusat, melalui kementerian terkait,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, perlu ada upaya–upaya yang perlu dilakukan dalam rangka melobi dana ke provinsi dan pemerintah pusat. Agar pemerintah daerah dapat membangun akses jalan dan jembatan sebagai salah satu kebutuhan warga Distrik Kapiraya dan Bouwobado yang masih merindukan untuk di dijawab oleh pemerintah daerah.   

“Selama ini  warga dari Distrik Kapiraya maupun Distrik Boubado masih merindukan akses jalan dan jembatan. Karena jalan dan jembatan adalah satu-satunya sarana umum yang dapat menunjang kelancaran aktiftas warga  Deiyai dari kedua distrik untuk dapat lancar menjual hasil kebunnya dan hasil produk komuniti lainnya untuk dipasarkan di pasar di Deiyai bahkan jual di kabupaten tetangga lainnya,” katanya. 

Ditambahkan, jika pemrintah daerah menjawab akses jalan dan jembatan maka pemerintah daerah mampu dapat menjawab salah satu kebutuhan umum untuk masyarakat.  Jika belum bisa menjawab maka Pemda belum mampu menjawab salah satu kebutuhan masyarakat di Deiyai. Oleh sebab itu, dia kembali berharap agar Pemda melalui dinas terkait dalam tahun anggaran 2022 ini, dapat memulai menjawab kebutuhan jalan, jembatan, sesuai kondisinya dapat dikerjakan secara bertahap. Hingga dapat tuntas terjawab kebutuhan masyarakatnya, agar aktifitas warga Kapiraya dan Bouwobado juga dapat lancar. (hbb)