DPT Pilpres di Nabire 141.019 Pemilih
NABIRE – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 untuk Kabupaten Nabire sebanyak 141.019 pemilih. Jumlah DPT Pilpres terjadi kenaikan jika dibandingkan dengan jumlah DPT pada Pemilu Legislatif 2014 lalu. Data yang dihimpun media i
Bagikan
NABIRE – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 untuk Kabupaten Nabire sebanyak 141.019 pemilih. Jumlah DPT Pilpres terjadi kenaikan jika dibandingkan dengan jumlah DPT pada Pemilu Legislatif 2014 lalu.
Data yang dihimpun media ini, kenaikan jumlah DPT Pilpres dibandingkan dengan DPT Pemilu Legislatif sebanyak 2.045 pemilihan. Dimana jumlah DPT pada Pemilu Legislatif yang baru saja digelar sebanyak 138.974 pemilih. Sebanyak 141.019 pemilih pada DPT Pilpres itu berasal dari sebanyak 76.409 pemilih kaum laki-laki dan sebanyak 64.610 pemilih kaum perempuan. Jumlah DPT ini tersebar pada 15 distrik dan 81 kelurahan/kampung di Kabupaten Nabire. Dalam pelaksanaan pemungutan suara Pilpres 9 Juli 2014 mendatang, di Kabupaten Nabire ada 332 Tempat Pemungutan Suara (TPS).Distrik Dipa jumlah 5 kampung, 17 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 6.989 pemilih. Distrik Makimi jumlah 6 kampung, 12 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 4.881 pemilih. Distrik Menou jumlah 4 kampung, 13 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 5.079 pemilih. Distrik Moora jumlah 5 kampung, 5 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 1.330 pemilih.Distrik Nabire jumlah 12 kelurahan/kampung, 159 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 72.291 pemilih. Distrik Nabire Barat jumlah 5 kampung, 24 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 10.174 pemilih. Distrik Napan jumlah 3 kampung, 4 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 1.298 pemilih. Distrik Siriwo jumlah 6 kampung, 14 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 5.255 pemilih.Distrik Teluk Kimi jumlah 5 kampung, 29 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 13.974 pemilih. Distrik Teluk Umar jumlah 4 kampung, 5 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 1.034 pemilih. Distrik Uwapa jumlah 6 kampung, 10 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 3.973 pemilih. Distrik Wanggar jumlah 5 kampung, 16 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 6.661 pemilih.Distrik Wapoga jumlah 5 kampung, 6 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 1.123 pemilih. Distrik Yaro jumlah 6 kampung, 13 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 4.787 pemilih. Distrik Yaur jumlah 4 kampung, 5 TPS dengan total jumlah pemilih sebanyak 2.170 pemilih.Pemprov Papua Kucurkan 10 M Amankan PilpresPemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyatakan akan memberikan bantuan dana pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang sebesar Rp10 miliar yang bersumber dari APBD provinsi kepada Polisi dan TNI.Sekretraris Daerah (Sekda) Papua, Heri Dosinaen mengatakan, Pemprov Papua telah menganggarkan anggaran cipta kondisi sebesar Rp20 milyar.“Itu sudah termasuk dana pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg), 9 April lalu sebesar Rp10 milyar. Tahap kedua untuk Pilpres dengan jumlah yang sama akan diserahkan lagi dalam waktu dekat,” kata Heri Dosinaen, usai rapat bersama Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih serta sejumlah pemangku kepentingan di Polda Papua, Selasa (10/6).Rapat itu membahas pengamanan Pilpres mendatang di Papua. Kata Sekda, diharapkan Pilpres di Papua berjalan baik.“Memang banyak kejadian yang disampaikan Kapolda. Ada gesekan sehingga dengan pertemuan ini kami bergandengan tangan meminimalisir kondisi yang ada,” ujarnya.Kata Sekda, semua pihak harus bersama melihan kondisi yang ada secara komprehensif agar semua masyarakat di tanah Papua bisa memberikan hak pilihnya.Di tempat yang sama Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan, pihaknya melakukan rapat evaluasi mengenai pelaksanaan Pileg serta Pilpres mendatang, guna mengatasi gangguan keamanan.“Secara umum, Pileg berlangsung aman. Namun hingga kini masih ada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) dan putusannya baru akan keluar beberapa hari ke depan. Apapun keputusan MK, harus kami antisipasi pengamanannya agar jangan sampai ada aksi anarkis,” kata Kapolda. (ros/ist)
Bagikan artikel ini



