NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai tidak tahu kalau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai sudah menjalin kerjasama dengan Politekes Jayapura Program Diploma (Prodi) Keperawatan (Kep) Nabire. Karena, kesepakatan kerjasama tersebut tidak disampaikan kepada dewan. Padahal, kerjasama antara Pemkab Dogiyai dan Prodi Keperawatan  sudah dilaksanakan sejak 2014 lalu. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay di Nabire, Senin (20/11) mengatakan mahasiswa kota studi Nabire khususnya dari Prodi Keperawatan juga ikut melakukan demo kepada Pemkab Dogiyai untuk menuntut tunggakan biaya semester V dan biaya pulang tetapi hingga saat ini belum dibayar. Sementara tuntutan mahasiswa kota Jayapura, sudah dibayar. Tebay mengatakan, saat pertemuan dengan mahasiswa sebelum pencairan dana, Plt Bupati Dogiyai, Herman Auwe mengatakan tidak mau bayar mahasiswa Prodi Nabire. Karena, tidak tahu adanya perjanjian kerjasama, sebab perjanjian dilakukan bukan pada masa jabatannya. Tetapi mahasiswa menuntut bahwa sudah ada kerjasama antara Pemkab dan Prodi, dimana Pemkab membayar kepada Prodik setiap tahun akademis dan mendapatkan biaya pulang mahasiswa dari Pemkab. Oleh sebab itu, mahasiswa Prodi Keperawatan menuntut pembayaran tunggakan semester V dan biaya pulang. Ketua Komisi B mengatakan setelah dicek kebenaran tuntutan mahasiswa, ternyata kerjasama yang dilakukan pemerintah saat itu, tidak diketahui oleh DPRD Dogiyai. Kesepakatan kerjasama dilaksanakan tanpa sepengetahuan dewan. Namun selama ini pula pembayaran lancar dan Prodikep juga selalu menerima mahasiswa Prodi dari Dogiyai. Tebay mengungkapkan, saat pertemuan dengan mahasiswa, sempat tanya kepada mahasiswa, mengapa sebelum demo, mahasiswa tidak menyampaikan kesepakatan untuk tanggungan dari pemerintah kepada mahasiswa. Hal ini untuk memperjelas dasar tuntutan mahasiswa Prodi Keperawatan Nabire di Dogiyai. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Dogiyai ini mengatakan karena bupati menolak untuk membayar dan DPRD tidak tahu soal kerjasama antara Pemkab Dogiyai dengan Prodi Keperawatan Nabire, sehingga mahasiswa dari kota studi Nabire khususnya mahasiswa Prodi Kesehatan Nabire yang demo di Kantor Dinas Pendidikan, menuntut pelunasan semester V dan biaya pulang, belum dibayar. (ans)