DPPAD Papua Evaluasi Satuan Pendidikan
NABIRE - Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua menggelar evaluasi satuan pendidikan menengah kejuruan adiwiyata mandala SMK Papua di wilayah adat Meepago. Demikian seperti informasi yang diterima dari Kotributor TVRI Papua, Yohanes Magai, SH, Rabu (01/12/21).

NABIRE - Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua menggelar evaluasi satuan pendidikan menengah kejuruan adiwiyata mandala SMK Papua di wilayah adat Meepago. Demikian seperti informasi yang diterima dari Kotributor TVRI Papua, Yohanes Magai, SH, Rabu (01/12/21).
Kegiatan berlangsung di Aula Perpustakaan SMK Negeri 1 Nabire, Selasa (30/11/21). Kegiatan evaluasi dipimpin Kepala Bidang Pembinaan SMK Provinsi Papua, Yulianus Kuayo, SH.
Dikatakan Yulianus Kuayo, pihaknya melakukan evaluasi secara menyeluruh pada 5 lima wilayah adat di Papua. Mulai dari Ipteknya, sarana prasarana, kurikulumnya, gurunya dan peserta didiknya. Dengan melihat apa yang menjadi kebijakan pengembangan dan pembinaan SMK di Provinsi Papua. Sejaumana sekolah melakukan, apa kendala yang dihadapi dalam implementasinya.
“Itu yang kita harus evaluasi. Kami libatkan semua unsur seperti pengurus Musyawarah Kelompok Kerja Sekolah (MKKS) pengawasan SMA/SMK dan para kepala sekolah tingkat SMK. Sehingga kedepannya memajukan bidang pendidikan di wilayah Adat Meepago dan pada umumnya di Tanah Papua," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pengawas Bidang SMA/SMK Papua, Ir. Ruth Widianti, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal mutu pendidikan, evaluasi guru di sekolah, SMKnya. Untuk target kedepannya memajukan bidang pendidikan di Papua. Agar kita awasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita bersama membangun dan mengevaluasi pendidikan di Papua.
Sekertaris MKKS SMK Se Wilayah Meepago, Asranlundu Sinaga, S.Pd, M.Pd. mengatakan, evaluasi ini sangat penting dan manfaat bagi pihaknya. Outputnya tamatan SMK diharapkan langsung bekerja, melanjutkan pendidikan yang paling tinggi dan berwirausaha.
“Penilaian seperti ini agar kami para kepala sekolah bilamana bantuan dana yang dikucurkan oleh pemerintah provinsi kepada kami punya sekolah berhubungan dengan pengembangan kurikulum. Sehingga anak didik kami bisa berkembang dan maju untuk menciptakan lapangan kerjanya sendiri," ungkapnya.
Kegiatan evaluasi dihadiri pengurus MKKS, Pengawas Sekolah SMA/SMK Papua di wilayah Meepago, dan para kepala sekolah SMK Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. (modes)
Bagikan artikel ini


