DKP2KB PPT Hasilkan Workshop SISDK dan PKTK
NABIRE - Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Provinsi Papua Tengah (PPT) telah melakukan Workshop Sistem Informasi Sumber Daya Kesehatan (SISDK) dan Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kesehatan (PKTK) atau Renbut tahun 2025 dan hasilnya, seluruh peserta ini dapat mengupdate data kesehatannya di wilayah kerja masing-masing diaplikasi satu sehat, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK).

NABIRE - Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Provinsi Papua Tengah (PPT) telah melakukan Workshop Sistem Informasi Sumber Daya Kesehatan (SISDK) dan Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kesehatan (PKTK) atau Renbut tahun 2025 dan hasilnya, seluruh peserta ini dapat mengupdate data kesehatannya di wilayah kerja masing-masing diaplikasi satu sehat, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK).
Kepala Seksi Sumber Daya Kesehatan (SDK), Hadi Nugroho, S.Kep., Ns.M.Kes dalam sambutannya, Kamis lalu (8/08/2024) mengatakan, semua peserta dari Dinas Kesehatan kabupaten, rumah sakit dan juga Dinas Kesehatah provinsi memahami tentang program sistem informasi sumber daya kesehatan dan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan.
Peserta yang ada dari 8 kabupaten, dinas kesehatan terdiri dari tiga orang dan juga peserta dari rumah sakit di wilayah Provinsi Papua Tengah.
"Total peserta seharusnya ada 69 orang, tetapi yang hadir pada hari ini sebanyak 59 orang," katanya.
Sementara itu, Pj Sekda Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP.,MM, mengatakan Provinsi Papua Tengah di tahun depan akan melakukan pembangunan rumah sakit type B, tapi kualitasnya type A, dan tidak perlu lagi orang Papua Tengah harus berobat ke Makassar, Manado, Jakarta dan seterusnya.
Lanjutnya, cukup di ibukota Papua Tengah, Nabire atau Timika karena infrakstrukturnya mendukung di dua kabupaten tersebut, tidak perlu harus keluar Papua.
Tegasnya, target pembangunan rumah sakit 5 tahun kedepan dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap masing-masing kabupaten bisa naik dari Pratama atau D setidaknya C, dan itu nantinya dibutuhkan pegawai, butuh peralatan dan seterusnya.
Dalam wawancara dengan Pj Sekda Papua Tengah, Anwar Harun Damanik menyebutkan, Pemprov Papua Tengah di salah satu wilayahnya, yaitu Kabupaten Mimika sangat prihatin dan mengutuk keras, situasi yang terjadi di sana, karena yang dilakukan di sana pelayanan kesehatan.
"Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan, telah bersusah payah untuk bekerjasama dengan pihak penerbangan tertentu untuk melakukan pelayanan distribusi personil Nakes, maupun pengobatan," katanya.
Kejadian di Mimika berkaitan juga dengan pelayanan kesehatan, di Kabupaten Mimika, karena ada program pelayanan kesehatan pada daerah Terisolir, Terluar dan Tertinggal (3T).
"Pemprov sangat prihatin dan turut berdukacita terkait meninggalnya pilot tersebut di Kabupaten Mimika, dan khususnya yang melalukan pelayanan kesehatan di sana," tegasnya.
Di sisi lain, Hadi Nugroho dalam wawancara penutupan mengatakan, kegiatan workshop SISDK dan PKTK yang dilakukan selama tiga hari hasilnya seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dapat mengupdate data kesehatannya, di wilayah kerja masing-masing diaplikasi satu sehat Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK.
Hasil dari Workshop SISDK dan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan tahun 2025. "Hasilnya diharapkan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dapat mengupdate data kesehatannya, di wilayah kerja masing-masing diaplikasi satu sehat SISDMK," ucapnya.
Untuk perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM), diharapkan selesai kegiatan ini semua peserta bisa membuat perencanaan kebutuhan tenaga kesehatannya di wilayah kerja masing-masing.
"Puskesmas, dinas dan juga rumah sakit untuk melihat kebutuhan sesuai dengan analisa beban kerja, supaya analisa beban itu bisa dibuat untuk perencanaan, buat para pimpinan pengambilan kebijakan untuk program pemenuhan tenaga kesehatan yang ada wilayah kerja masing-masing," pungkasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



