DOGIYAI - Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Dogiyai melakukan kegiatan pengawasan dan pengujian terhadap SPBU yang terletak di Kampung Mauwa, Distrik Kamuu Dogiyai, beberapa hari lalu. Kepala Bidang Perdagangan, Mustari Esa Sangaji  mengatakan, pengawasan ini dilakukan guna memastikan keakuratan takaran terhadap alat-alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) pada SPBU, sehingga tidak ada kerugian yang dialami konsumen.“Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan konsumen secara preventif kepada masyarakat,” katanya.Mustari mengatakan, berdasarkan pengujian pada SPBU yang dijadikan sampling pengujian diperoleh hasil bahwa ketepatan, keakuratan takaran pada UTTP di SPBU di beberapa wilayah di Dogiyai masih dalam toleransi yang berarti dan dalam kondisi baik. Kondisi ini diharapkan dapat senantiasa dipertahankan agar konsumen dapat memperoleh haknya sesuai dengan yang dibayarkan dalam transaksi. “Monitoring ini dilakukan dalam rangka menjamin dipenuhinya hak konsumen dalam bertransaksi, sehingga adanya peran aktif dari semua pihak,” paparnya.Ia menegaskan, hasil dari tera ulang akan dijadikan sebagai dasar dalam menjamin konsumen. Apabila ditemukan ada SPBU yang pengukur liternya sudah rusak atau disengaja, maka wajib langsung diperbaiki.Selain pengecekan terhadap takaran, pihaknya pun mengecek alat adjuster yang befungsi untuk mengatur jumlah BBM yang keluar dapat berbanding dengan angka yang keluar dari display dispenser, apakah tepat atau tidak. Juga pengecekan terhadap segel dan label tera di dispenser apakah dispenser tersebut masih layak digunakan atau harus dilakukan tera ulang.Sementara itu, di tempat yang sama Kadis Perindakop, Andreas Gobai menyampaikan apresiasi kepada pemilk usaha SPBU tersebut. Sebab, harga bahan bakar dan minyak sama seperti harga standar nasional.“Kami sangat apresiasi karena harga bensin disini sama harganya di Jakarta, walaupun harus membayar ongkos transportasi lagi,” kata Andy Gobai.Di tempat yang sama pula, Osea Petege, Direktur SPBU mengaku pihaknya terus berupaya melayani para konsumen dengan baik. Walaupun, SPBU ini satu-satunya ada di wilayah Meepago lebih khususnya di Dogiyai. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah, karena datang melakukan pengawasan," ucap Osea.Lanjutnya, upaya pengawasan pemerintah seperti ini sangat baik agar pelayanan terhadap para konsumen kedepan lebih baik dan hal itu perlu dilakukan sebelumnya.“Kalau malam, kami buka sampai jam sebelas, karena mobil-mobil yang hendak turun ke kota Nabire harus membutuhkan bahan bakar yang secukupnya untuk menempuh jarak sejauh 200 km,” tuturnya.Osea berharap agar pemerintah terus melakukan upaya pengawasan terhadap para pengusaha agar kedepannya pelayanannya berjalan sesuai keinginan para konsumen. (gus)