NABIRE - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire telah menutup kegiatan pelatihan tata boga, yang telah berlangsung selama lima hari.


Kepala Disnakertrans, Marselianus Rae, S.Pd menyampaikan, kegiatan pelatihan tata boga yang diikuti 60 peserta, apakah bisa menjadi pengusaha-pengusaha kecil, yang bisa menunjukan bahwa Orang Asli Papua (OAP) bisa menjadi pengusaha, jawab peserta bisa. Ibu-ibu harus bisa, kenapa orang lain bisa, kenapa tidak bisa.


"Pesan saya kepada para peserta pelatihan tata boga, besok lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan harus bisa membuka usaha sendiri. Jadi itu harapan saya," ucap Marselianus Rae saat memberikan sambutan di Aula Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kabupaten Nabire, Sabtu (10/08/2024).


Marselianus Rae mengucapkan terimakasih kepada instruktur untuk bisa sabar yang sudah memberikan bimbingan ke60 peserta yang mempunyai karakter berbeda-beda dengan penuh kesabaran bisa mendampingi mereka selama 5 hari. Hasil dari pelatihan selama 5 pekan sudah terbukti.


"Kita perlu bangga bahwa ibu-ibu ini dalam jangka 5 hari tetapi luar biasa. Mudah-mudahan tidak sia-sia tetapi bisa bermanfaat untuk perekonomian keluarga," ucapnya.


Marselianus Rae juga mengucapkan terimakasih banyak untuk semua, terutama kepada pemerintah daerah, yang mempunyai kepedulian besar buat masyarakat OAP.Tetapi hari ini orang Papua menjadi pelaku usaha.


"Kami dari pihak pemerintah terutama Disnakertrans selalu membangun komunikasi. Bagaimana kita memperdayakan murid SMKN 1 setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan, kedepannya bisa menghasilkan tenaga kerja yang produktif," harapannya.


Kemudian sambutan dari Kepala SMK N 1 Nabire, Asranlundu Sinaga, S.Pd.,M.Pd mengatakan, selama 5 hari ini para peserta mengikuti dengan semangat, kerjasama dan bisa bersinergi peserta dengan narasumber atau peserta dengan peserta. Sudah dipraktekkan selama pelatihan 5 pekan sudah bisa membuat donat, keripik dan lainnya. Setelah selesai pelatihan sudah bisa membuat kue. Titip di kios-kios, jual di depan rumah dan bisa menambah kesejahteraan keluarga.


"Kita semua bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, yang maha baik yang menyertai, membimbing dan memelihara serta memberkati peserta selama pelatihan. Semangat yang 5 hari sudah berlalu, kemampuan, ketrampilan, yang sudah dimiliki untuk kesejahteraan rumah tangga," ujarnya.


Pesan dan kesan dari peserta pelatihan kegiatan tata boga yang disampaikan Ance, apa yang sudah didapatkan dalam pelatihan dan bersyukur susah langsung praktek pembuatan kue.


"Kami akan langsung buka usaha kecil-kecilan dan kami bersyukur yang masuk di tempat pelatihan ini ada perwakilan dari gereja-gereja bukan hanya perorangan, ada gereja GKI, GDI dan gereja lainnya," ungkapnya.


Dirinya juga mengucapkan terimakasih banyak pada narasumber dan instruktur yang sudah memberikan atau mengajari dalam 5 hari.


Sambutan terakhir dari Bupati Nabire diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Setda Nabire, Drs. Dahlan mengatakan, sangat bangga antusiasme dan dedikasi para peserta dalam mengikuti pelatihan ini. Peserta telah menunjukkan semangat biasa dalam mempelajari berbagai ketrampilan tata boga yang sangat berharga.


"Kami Pemerintah Kabupaten Nabire berharap ilmu dan ketrampilan yang saudara-saudara peroleh selama pelatihan ini. Dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja. Semoga saudara dapat menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional dibidang tata boga," ucapnya.


Kemudian penyerahan alat kepada ketiga peserta secara simbolik oleh Dahlan dan Marselianus sekaligus menutup kegiatan pelatihan tata boga tersebut, serta penyerahan sertifikat dan uang saku buat para peserta pelatihan.


Kegiatan pelatihan ini dihadiri Bupati Nabire yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kepala SMKN 1 Nabire, narasumber, instruktur pelatihan, Kepala Bappeda yang diwakili dan staf-staf Disnakertrans.(sam)