Disnakertrans Adakan Pelatihan Las Khusus OAP
NABIRE - Pemerintahan Daerah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), kembali mengadakan pengelasan dasar. Kegiatan pelatihan pengelasan untuk meningkatkan ketrampilan kerja bagi masyarakat atau Orang Asli Papua (OAP).

NABIRE - Pemerintahan Daerah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), kembali mengadakan pengelasan dasar. Kegiatan pelatihan pengelasan untuk meningkatkan ketrampilan kerja bagi masyarakat atau Orang Asli Papua (OAP).
Terkait pelatihan pengelasan, kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire, Marselianus Rae, S.Pd mengatakan, kegiatan pelatihan dalam bidang las yang dikhususkan buat masyarakat OAP, dan sangat disayangkan kalau kegiatan ini tidak diikuti dengan baik. Karena kesempatan ini adalah kesempatan emas yang disiapkan buat masyarakat OAP bisa mempunyai usaha sendiri.
"Kami akan menyiapkan kelengkapan alat-alat, untuk pengelasan. Tinggal bagaimana cara menggunakan untuk mencari uang guna memenuhi kebutuhan keluarga," kata Marselianus Rae, di ruang Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 2), Jum'at (9/08/2024).
Marselianus menyampaikan, pelatihan di tahun ini ada dua pelatihan, yakni yang pelatihan yang pertama adalah tata boga sedang berlangsung di SMK N 1 Nabire. Dan yang kedua pelatihan dalam bidang pengelasan.
Ia menjelaskan, kegiatan pengelasan ini diikuti 70 peserta. Pelatihan ini sangat bermanfaat buat masyarakat OAP untuk bisa meningkatkan kemampuan dalam bidang las.
"Kami angkat dalam bidang pengelasan, karena ini sangat mudah dapat uang dari usaha. Harapan kami dari 70 peserta bisa menjadi 140 peserta," ucapnya, sehingga kegiatan ini bukannya berakhir dari 70 peserta tetapi bertambah.
Kemudian Marselianus berharap alat yang nantinya dibagikan dapat digunakan secara baik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jangan sampai setelah pelatihan ini, karena sulit dapat kerja, lalu alatnya dijual. Mari gunakan alat-alat ini untuk mencari uang.
"Pelatihan ini merupakan program dari pemerintah daerah, bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus). Durasi pelatihan pengelasan ini selama lima pekan," ujarnya.
Dalam pelatihan pengelasan dibuka oleh Bupati Kabupaten Nabire diwakili Asisten I Setda Nabire, La Halim menyampaikan, hal senada dari 70 peserta ini bisa berkembang minimal menjadi 140 peserta. Lebih baik menjadi kepala daripada menjadi ekor, diibaratkan kepala ikan teri daripada menjadi ekor, meskipun ekor buaya. Artinya tubuh buaya bersyarat tapi dikendalikan, kalau saudara jadi kepala saudara yang mengatur dan mengendalikan.
Lanjutnya, ini saatnya Disnakertrans lewat dana Otsus melatih saudara-saudara bersama SMKN 2 yang sudah memiliki potensi dan merasakan pelatihan seperti ini. "Saya tidak meragukan sama sekali kompetensi yang ada yang dimiliki oleh peserta. Pendamping, pelatih yang dimiliki oleh SMKN2," ucapnya, tinggal bagaimana saudara-saudara mau memanfaatkan secara baik dan maksimal.
"Jangan sampai pelatihan selama lima hari pengelasan ini, kita kembali seperti semula. Ini peluang yang sangat besar," ujarnya. La Halim menegaskan, di Papua banyaknya bantuan-bantuan dan pelatihan melalui dinas terkait yang diberikan kepada OAP. Tapi kenapa tidak berhasil karena setelah pelatihan, alat yang diberikan hanya disimpan serta ada yang dijual. Jangan kejadian itu terulang kembali.
"Sudah saatnya kita berubah stigma atau pemahaman, saatnya kita bangun Papua dengan hasil orang Papua sendiri," ucapnya.
La Halim memberikan semangat kepada peserta pelatihan. Mempunyai jiwa semangat untuk membangun Papua. Jangan sia-siakan masa muda ini untuk jadi penonton, jangan dibiasakan. Maka sampai tua akan tetap menjadi penonton.
"Saya berharap pelatihan ini bisa membawa perubahan bagi peserta dan hasil pelatihan ini membuka lapangan kerja yang baru. Peralatan yang sudah diberikan dan ketrampilan pergunakan dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
Tience Pigome selalu ketua panitia dalam pelaksanaan pelatihan pengelasan mengatakan, peserta pelatihan las ini adalah OAP yang berasal berbagai kalangan termasuk, masyarakat umum, putus sekolah, pengangguran dan juga berbagai suku. Materi kegiatan yakni pengenalan alat, teknik pemotongan, teknik pengelasan yang baik, pengecatan dan keselamatan kerja.
"Maksud dan tujuan dari pelatihan pengelasan, memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar pada peserta. Agar dapat mengembangkan kemampuan dalam mengerjakan pengelasan yang baik dan berkwalitas," ucapnya.
Pigome juga sampaikan, dalam rangka pembangunan nasional, tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan. Pembangunan mengacu padahal itu maka tenaga kerja perlu mendapat perhatian dari semua pihak.
Lanjutnya, dengan semakin pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta perubahan paradigma dipandang perlu adanya kemajuan diberbagai aspek bidang pelatihan bagi calon tenaga kerja yang siap pakai. Hal ini untuk mencegah meningkatnya jumlah pengangguran di Kabupaten Nabire.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh Bupati Nabire yang diwakili oleh asisten I, Kepala Bappeda Nabire yang diwakili, Kepala SMKN 2 Nabire, para instruktur serta dewan guru.(sam)
Bagikan artikel ini



