NABIRE - Bertempat di Aula Kasih Tabernakel Oyehe, Nabire, Selasa (10/12/24), mewakili Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah, Rita Dessy Fauziah Ananda, ST menyerahkan dana bantuan hibah bagi 11 yayasan dan 11 sanggar.

Dalam sambutan, Dessy Fauziah Ananda mengatakan, pemberian dana hibah bagi 11 yayasan dan 11 sanggar ini dalam bentuk uang. Dan bagi 11 yayasan dan 11 sanggar, setelah menerima dana bantuan dapat dipergunakan, setelah itu dipertanggungjawabkan. “Apa yang diusulkan dalam proposal, itulah yang harus dikerjakan,” katanya.

Tentunya dalam pemberian bantuan dana hibah ini tidak sesuai dengan kebutuhan di 11 yayasan dan 11 sanggar, tetapi pemerintah punya pertimbangan yang dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Untuk itu diharapkan, soal laporan pertanggungjawaban dapat dilaporkan setelah dana tersebut digunakan dan ingat laporan pertanggungjawaban itu sangatlah penting.

Karena setiap uang yang diberikan oleh negara, sebagai pengguna wajib memberikan laporan pertanggungjawabannya. “Kalau gunakan uang harus sesuai peruntuhkannya, jika ada temuan, maka uang itu dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.

Terpenting lagi, jika pihak pengurus yayasan dan sanggar, ketika menggunakan dana tersebut jangan lupa sisihkan juga dana pembayaran pajak yang kita kenal dengan PPH dan PPN.

Untuk bantuan atau pemberian dana hibah tidak mungkin diberikan setiap tahun ke yayasan dan sanggar yang sama, karena pemerintah diminta bekerja jujur dan adil, lantaran yayasan dan sanggar lain juga membutuhkan bantuan yang sama.

Demkian diharapkan dengan bantuan dana hibah ini kirannya memberikan dampak yang positif, sehingga dana yang diberikan ini harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk kemajuan yayasan dan sanggar.

“Kepada 11 sanggar yang pada hari ini resmi menerima dana hibah, kiranya dapat digunakan untuk kemajuan sanggar dengan terus mendorong kemajuan budaya kita agar dikenal oleh dunia luar,” harapnya.(des)