NABIRE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah sukses menggelar kegiatan orientasi terkait integrasi layanan primer. Kegiatan yang diikuti oleh delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah ini berlangsung di Hotel Delafista, Jalan Kusuma Bangsa, Kamis (21/11/2024).

Kegiatan orientasi ini diikuti oleh perwakilan dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, yaitu Puncak, Puncak Jaya, Nabire, Mimika, Deiyai, Intan Jaya, Dogiyai dan Paniai. Para peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi paparan materi, acara yang diikuti oleh 21 peserta, kegiatan selama 4 hari.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan nakes dalam implementasi integrasi pelayanan kesehatan Primer di Puskesmas, Pustu dan Posyandu. Serta menyatukan pemahaman dan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah.

Integrasi layanan primer menjadi fokus utama dalam upaya memberikan akses yang lebih merata dan berkualitas terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinkes Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp. OG(K).,M.Hkes, dalam sambutannya diwakili Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Bernadeta menyampaikan pentingnya integrasi layanan primer dalam mewujudkan visi Provinsi Papua Tengah yang sehat dan sejahtera. Ia menekankan bahwa dengan mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Integrasi layanan primer merupakan kunci untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di daerah kita. Dengan bekerja sama, kita dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat," ujarnya.

Materi yang disampaikan oleh dr. Pingki selaku narasumber dalam kegiatan ini mencakup berbagai aspek terkait integrasi layanan primer, antaranya TBC pada anak, claster empat penanggulangan pada penyakit menular, dan menteri selanjutnya program penyehatan pada lingkungan.

Selama diskusi kelompok, para peserta aktif memberikan masukan dan berbagi pengalaman terkait implementasi layanan primer di daerah masing-masing. Hal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh peserta untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Dokter Pingki, memberikan paparan menarik mengenai pentingnya integrasi layanan primer dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di 8 cakupan kabupaten, di Provinsi Papua Tengah. Dalam presentasinya, Pingki menyoroti topik spesifik yang dibahas penanggulangan wabah penyakit menular atau claster empat. Ia menjelaskan bahwa integrasi layanan primer merupakan kunci untuk mencapai peningkatan kesehatan masyarakat.

Kegiatan orientasi ini merupakan langkah awal yang baik dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer di Provinsi Papua Tengah. Keberhasilan upaya ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.(sam)